TRIBUNMANADO.CO.ID, MINAHASA - Sebanyak 32 calon Paskibraka Kabupaten Minahasa jalani pemusatan latihan.
Mereka berlatih di Lapangan Sam Ratulangi, Kelurahan Tounkuramber, Tondano Barat, Minahasa, Sulawesi Utara.
Mereka adalah siswa dan siswi hasil seleksi dari 200an siswa di SMA, SMK, dan MA di Minahasa.
"Mereka ikut seleksi sejam Februari, mulai dari proses perekrutan, TWS, TIU, TWM, kesamaptaan, baris berbaris, dan terakhir wawancara," ujar Denny Kojansow Kaban Kesebangpol Minahasa, Minggu 2 Agustus 2026.
Awalnya tersaring 62 peserta, kemudian tersaring lagi menjadi 32 peserta.
"Banyak yang jatuh di TIU dan TWK," jelasnya.
Para calon Paskibraka ini akan menjalani latihan hingga 15 Agustus 2026 sebelum upacara pengukuhan Paskibraka.
"Nanti pada 13 hingga 18 Agustus mereka akan masuk karantina di hotel," kata dia.
Ia memastikan kesejahteraan pada calon Paskibraka selama pelatihan hingga usai melaksanakan tugas. (Amg)
Sebanyak 32 siswa calon pasukan pengibar bendera pusaka di Minahasa mulai memasuki masa pelatihan.
Namun sebelumnya mereka semua mengikuti tantingan Paskibraka, di depan Lapangan Sam Ratulangi Tondano, Tounkuramber, Tondano Barat Minahasa, Jumat 31 Juli 2026.
Tantingan adalah proses penetapan hati para calon Paskibraka, pada tahapan ini mereka bisa mengundurkan diri jika tak mau atau tak sanggup mengikuti tahapan pelatihan.
Tatingan Paskibraka tersebut dipimpin oleh Bupati Minahasa Robby Dondokambey, dan disaksikan oleh Wabup Vanda Sarundajang, Sekda Lynda Watania, sejumlah pejabat, dan orang tua siswa.
"Hari ini kalian memulai perjalanan untuk pembentukan fisik dan keterampilan, karakter, juga jiwa kepemimpinan," kata Robby Dondokambey.
Menjadi seorang Paskibraka tidaklah mudah, harus melalui proses seleksi yang cukup ketat.
Sebab Paskibraka adalah simbol semangat kebangsaan kedisiplinan dan tanggung jawab.
"Dibutuhkan dedikasi dan komitmen yang tinggi," jelasnya.
Ia meminta para calon Paskibraka untuk mengikuti seluruh tahapan latihan dengan sungguh-sungguh guna meningkatkan kemampuan teknis sekaligus membangun mental yang tangguh, semangat kebersamaan, dan jiwa kepemimpinan.
Sebab Paskibraka bukan sekadar latihan baris-berbaris, tetapi menjadi wadah pembentukan karakter melalui nilai-nilai disiplin, kerja sama, tanggung jawab, serta cinta tanah air.
Ia berharap para peserta mampu menjadi teladan bagi teman sebaya maupun masyarakat dalam menjunjung etika, kedisiplinan, dan nasionalisme.
Selain itu, mereka dianggap memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi contoh yang baik.
"Jadilah inspirasi sehingga mampu mengharumkan nama diri sendiri, keluarga, sekolah, dan Kabupaten Minahasa,” kata Dondokambey.
Setelah itu, para calon Paskibraka Minahasa diantar oleh orang tua mereka ke Desa Bahagia atau tempat mereka digembleng.
Bupati Minahasa juga yang melakukan pengguntingan pita Desa Bahagia tersebut.
Saat Tantingan Paskibraka, mereka mendapatkan satu koper yang berisi perlengkapan latihan, serta disematkan tanda peserta pelatihan.
Larasati Djafar siswa SMA Negeri 3 Tondano mengaku sudah siap mengikuti semua tahapan latihan.
"Saya sudah siap, baik fisik dan mental, jangan takut untuk jalani tantang, tetap kuat dan tetap semangat," katanya.
Ia juga mendapatkan dukungan penuh dari orang tua. (Amg)
Baca juga: Sebanyak 125 Peserta Ikut Tomohon Rally Wisata, Wali Kota Caroll: Jadi Sarana Promosikan Pariwisata
(TribunManado.co.id/Amg)
_
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini