BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) Republik Indonesia secara resmi mengumumkan hasil seleksi rekrutmen Penggerak Hak Asasi Manusia (HAM) Tahun 2026. Penggerak HAM merupakan tenaga non-ASN dan non-aparatur desa yang direkrut melalui seleksi terbuka untuk membantu pelaksanaan pengarusutamaan HAM melalui Program Desa/Kelurahan/Kampung Sadar HAM.
Untuk wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terdapat delapan peserta yang dinyatakan lulus seleksi. Mereka adalah Ispa Hasanah dari Desa Berbura, Sahli Sakiri dari Desa Air Bara, Dillon dari Desa Sekar Biru, Chairul Fuad dari Desa Gadung, Rike Indriani dari Desa Badau, Nabilah Aulia dari Desa Penyamun, Robianto dari Kelurahan Arung Dalam, serta Raihan dari Desa Celuak.
Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM Kanwil KemenHAM Bangka Belitung Anis Ratna saat dikonfirmasi pun membenarkan terkait dengan hasil akhir proses seleksi yang telah dibuka sejak 20 Juni 2026 lalu.
"Iya mereka sudah melewati tahapan proses perekrutannya mulai dari seleksi administrasi, ujian tulis, wawancara hingga aakhirnya mereka ditetapkanlah lulus," ujar Anis Ratna, Minggu (2/8/2026).
Usai dinyatakan lulus, Anis Ratna mengatakan terdapat tugas yang perlu dilakukan termasuk penguatan HAM kepada masyarakat desa.
"Mengidentifikasi pemenuhan hak dasar dan mitigasi potensi konflik, risiko konflik di desanya sendiri. Lalu setiap hari mereka melaporkannya melalui aplikasi, lalu ada juga setiap minggunya mereka evaluasi dan memaparkan program kerjanya," bebernya.
Anis Ratna berharap para Penggerak HAM dapat secara cepat beradaptasi dengan tugas dan lingkungan baru, guna optimal sebagai mitra Kementerian HAM.
"Anak-anak muda ini rasa ingin tahunya tinggi, cuma mereka memang belum semuanya adalah orang-orang yang aktif di masyarakat. Apalagi kondisinya kan mereka nih orang-orang baru, mereka perlu mem-branding diri mereka sendiri kalau mereka adalah Penggerak HAM. Namun kita akan terus mendampingi, agar Penggerak HAM ini bisa optimal di Desa," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)