Dugaan Korupsi KBS Tak Ganggu Kesejahteraan Satwa, Wali Kota Eri Cahyadi: Jangan Termakan Foto Lama
Sudarma Adi August 02, 2026 10:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Bobby Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan dugaan kasus korupsi pengelolaan keuangan di Kebun Binatang Surabaya (KBS) tidak memengaruhi pemeliharaan maupun kesejahteraan satwa.

Pemkot menegaskan bahwa sejak pengelolaan KBS berada penuh di bawah naungan BUMD Perumda KBS, tidak ada satwa yang mati akibat kelalaian apalagi kekurangan makanan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, mengklarifikasi bahwa narasi mengenai satwa terlantar yang belakangan kembali ramai dibicarakan di media sosial merupakan imbas dari beredarnya dokumentasi lama.

Baca juga: Kasus Korupsi KBS Jadi Momentum Benahi Tata Kelola, Rekrutmen Direksi Harus Berbasis Konservasi

"Sejak zaman Bu Risma sudah tidak ada hewan yang mati karena kelaparan atau kurus. Yang banyak menjadi catatan buruk itu terjadi sebelum tahun 2016, bahkan sejak sebelum KBS resmi menjadi perusahaan daerah. Kalau ada foto satwa mati atau kurus, tolong dilihat dulu tahunnya," tegas Cak Eri di Surabaya.

Terakreditasi B dan Rutin Diaudit BBKSDA

Cak Eri menambahkan, sebagai bukti konkret pembenahan manajemen, KBS kini telah mengantongi akreditasi B dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Selain itu, kondisi kesehatan dan kelayakan fasilitas hewan secara berkala diaudit oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA).

"Setiap tahun ada audit kesejahteraan satwa oleh BKSDA. Mereka menilai apakah ada satwa yang sakit, kurus, atau mengalami perlakuan tidak layak. Hasilnya, nilai KBS termasuk sangat baik dan menjadi salah satu lembaga konservasi terbaik di Indonesia," terangnya.

Mengenai kematian anak gajah Sumatra (Dumbo) dan orangutan (Damai) pada tahun 2021 lalu, Wali Kota dua periode ini menegaskan kejadian tersebut murni disebabkan oleh infeksi virus EEHV serta gangguan jantung/hati berdasarkan hasil otopsi medis tim dokter hewan dan BKSDA.

Alokasi Pakan Satwa Tembus Rp5,9 Miliar

Pos anggaran pakan menjadi komponen terbesar dalam operasional konservasi KBS guna menjamin penerapan kaidah animal welfare.

Berdasarkan Laporan Keuangan 2023, beban pakan satwa mencapai Rp5,9 miliar, naik dari tahun 2022 yang berada di angka Rp5,26 miliar.

Direktur Operasional dan Umum Perumda KBS, Nurika Widyasanti, membeberkan bahwa saat ini KBS mengelola sekitar 2.230 ekor satwa dari 230 spesies.

Seluruh koleksi hewan mendapatkan perawatan medis dan pasokan nutrisi secara optimal setiap hari.

"Kondisi satwa di KBS sampai hari ini dalam kondisi baik dan sehat. Kami selalu mengupayakan pemeliharaan maupun peningkatan kualitas secara berkelanjutan sesuai kaidah animal welfare," terang Nurika, Selasa (28/7/2026).

Nurika juga menegaskan bahwa tingkat mortalitas atau angka kematian satwa di KBS masih berada dalam batas toleransi alami kehidupan satwa.

"Terjadinya kematian satwa itu merupakan sesuatu yang normal karena faktor usia atau sakit alami, bukan dikarenakan kelalaian pihak pengelola," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.