Oleh : RP. John Lewar SVD
SVD Biara SVD St. Josef Freinademetz
STM Nenuk Atambua Timor
POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik Hari Selasa Pekan Biasa XVIII 3 Agustus 2026 dari RP. John Lewar SVD berjudul : “Berani Percaya di Tengah Badai”.
Renungan Harian Katolik dari RP. John Lewar SVD merujuk pada Bacaan I : Yeremia 28:1–17;Mazmur 119:29,43,79,80,95,103; Matius 14:22–36.
KISAH NYATA :
Pada tahun 2018, sebuah perahu nelayan kecil di perairan Flores diterpa badai mendadak. Ombak tinggi membuat para penumpang panik.
Seorang nelayan tua yang sudah puluhan tahun melaut berkata kepada mereka, “Pegang kuat perahunya dan jangan saling meninggalkan. Kalau kita tetap tenang dan percaya, kita akan selamat.”
Walaupun ketakutan, mereka mengikuti arahan itu. Setelah beberapa jam berjuang melawan ombak, badai mereda dan mereka tiba dengan selamat di pantai.
Salah seorang penumpang berkata, “Yang membuat kami bertahan bukan karena ombaknya kecil, tetapi karena ada orang yang tetap percaya dan menenangkan kami.”
Kisah ini mengingatkan kita bahwa dalam hidup, badai sering datang tiba-tiba: sakit, masalah keluarga, ekonomi, kegagalan, atau kekecewaan.
Pertanyaannya bukan apakah badai akan datang, tetapi kepada siapa kita bersandar ketika badai datang.
Injil Matius hari ini menampilkan para murid yang berada di tengah danau ketika angin sakal dan ombak mengguncang perahu mereka. Mereka sudah berpengalaman sebagai nelayan, tetapi malam itu mereka ketakutan.
“Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” (Mat 14:27). Kata-kata ini sangat penting. Yesus tidak langsung menghilangkan badai. Ia lebih dahulu hadir di tengah badai.
Sering kali kita berharap Tuhan segera menyelesaikan semua masalah kita. Namun Tuhan kadang mengizinkan kita melewati pergumulan supaya kita belajar bahwa kehadiran-Nya lebih kuat daripada ketakutan kita.
Petrus sempat berani berjalan di atas air. Tetapi ketika ia mulai melihat besarnya angin dan ombak, ia tenggelam. Ini gambaran hidup kita: selama mata tertuju pada Yesus, kita memiliki keberanian; ketika mata hanya tertuju pada masalah, kita mulai tenggelam dalam kecemasan.
Kebenaran Tuhan Meneguhkan. Bacaan pertama dari Yeremia 28 berbicara tentang nabi Hananya yang menyampaikan pesan yang menyenangkan, tetapi tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Yeremia tetap setia menyampaikan kebenaran, sekalipun tidak populer.
Dari sini kita belajar bahwa iman sejati bukan sekadar mencari kata-kata yang menenangkan telinga, melainkan berpegang pada sabda Tuhan yang benar, walaupun kadang menuntut kesabaran dan pertobatan..
Mazmur hari ini menjadi doa orang yang ingin tetap setia: “Jauhkanlah dari padaku jalan dusta, dan karuniakanlah kepadaku Taurat-Mu.” (Mzm 119:29).
Dan lagi: “Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari madu bagi mulutku.” (Mzm 119:103) Sabda Tuhan adalah pegangan yang membuat hati tetap teguh ketika badai kehidupan mengguncang.
PESAN UNTUK HIDUP KITA HARI INI:
Badai hidup setiap orang berbeda-beda. Orang muda menghadapi kebingungan masa depan, orang tua memikirkan kebutuhan keluarga, pelajar menghadapi tekanan belajar, pekerja bergumul dengan ekonomi, banyak orang memikul luka batin dan kekecewaan.
Yesus tidak berkata, “Kamu tidak akan mengalami badai,” tetapi Ia berkata, “Jangan takut, Aku ini.” Karena itu: tetaplah berdoa ketika hati gelisah, tetaplah jujur ketika godaan datang, tetaplah mengasihi ketika disakiti, tetaplah berharap ketika keadaan belum berubah.
Perahu para murid akhirnya selamat bukan karena mereka kuat, tetapi karena Yesus ada bersama mereka.
REFELEKSI PRIBADI :
1. Badai apa yang sedang saya alami saat ini?
2. Apakah saya lebih fokus pada ombak masalah atau pada Yesus yang datang menolong?
3. Sabda Tuhan mana yang selama ini menguatkan hidup saya?
DOA PENUTUP :
Tuhan Yesus, sering kali aku takut menghadapi badai kehidupan. Ketika masalah datang bertubi-tubi, aku mudah panik dan kehilangan harapan.
Peganglah tanganku seperti Engkau memegang tangan Petrus. Ajarlah aku untuk tetap percaya bahwa Engkau selalu hadir, bahkan ketika malam terasa gelap dan ombak kehidupan begitu besar.
Semoga sabda-Mu menjadi terang yang menuntun langkahku dan memberikan damai di dalam hatiku. Amin.