Renungan Harian Katolik Selasa 3 Agustus 2026, 'Tindakan Konkrit Belas Kasih yang Dibutuhkan'
Edi Hayong August 03, 2026 07:42 AM

Oleh : Pater Fransiskus Funan Banusu SVD

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik Hari Selasa 3 Agustus 2026 dari Pater Fransiskus Funan Banusu SVD berjudul : 'Tindakan Konkrit Belas Kasih yang Dibutuhkan'.

Renungan Harian Katolik dari Pater Fransiskus Funan Banusu SVD merujuk pada Bacaan I : (Yer. 28:1-17; Mzm. 119:29.43.79.80.95.102; Mat. 14:22-36).

"Tenanglah! Aku ini, jangan rakut! Tuhan tolonglah aku!" (Mat. 14:27.30).

Tiada hidup tanpa badai. Orang beriman percaya bahwa Tuhan selalu hadir dalam hidupnya entah disadari maupun tidak.

Dalam situasi paling kelam bahkan sangat mencekam, Tuhan ada hadir di situ. Apakah kita percaya teguh, atau ragu, bimbang bahkan linglung? 

Kondisi manusiawi: kelemahan dan kerapuhan kodrati, maka situasi yang mengancam, kondisi suram dan keberadaan di situasi batas selalu saja dipandang sebagai situasi ketiadaan Tuhan yang bisa memberi rahmat peneguhan, dan berkat dalam hidup.

Sahabat terdekat dalam pencobaan hidup yang berat, dalam bayangan manusia adalah hantu yang siap menghancurkan hidup itu.  

Hati yang sesak dengan kecemasan, kekhawatiran  membuat manusia beriman gagal fokus untuk mengenali kehadiran Tuhan. 

Kisah badai yang menimpa para murid, dialog Petrus dan Yesus menjadi kekuatan yang iman yang paten bahwa  kehadiran Tuhan tak hanya dipahami dalam situasi hidup yang nyaman tetapi juga di saat hidup dalam keadaan goncang.

Tuhan ada selalu dalam hidup meski ketika hidup itu sedang berada dalam situasi kelam tanpa harapan.

Pada saat badai hidup menghempas, apakah kita butuh uluran tanga Tuhan atau tangan penggoda, iblis yang membuat ragu, bimbang lalu terhempas?

Tuhan ada dalam diri setiap pribadi beriman, sebab itu fokus pada Dia, badai akan berlalu, rasa damai dan kekuatan iman akan terus mendorong untuk menggapai tangan Tuhan, terus maju bersama Dia menuju pantai tebusan. 

Belas kasih Tuhan menguat ketika pencobaan terjadi. Tuhan segera mengulurkan tangan belas kasih-Nya untuk menolong. Petrus yang ragu dan hampir tenggelam, tangan belas kasih Tuhan menggapai dan ia pun selamat. 

Godaan besar iblis berhasil meruntuhkan wibawa kenabian Hananya. Ia membuat nubuat palsu: berdusta, berbohong dan mendorong umat melakukan pemberontakkan terhadap  Tuhan.

Atas alasan tindakan kebohongan untuk kepentingan keamanan diri, kepada Hananya, Allah sendiri bertindak melenyapkan dia melalui kematiannya.

Sabda Tuhan sendiri melalui mulut Yeremia, "Dengarlah, hai Hananya! Tuhan tidak mengutus engkau, dan engkau telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta. Aku menyuruh engkau pergi dari bumi. Tahun ini juga engkau akan mati, sebab engkau telah menghasut rakyat murtad kepada Tuhan." (Yer. 28:15-16).

Upah ketidakjujuran dan ketidakadilan adalah maut, jalan kematian kekal itu sendiri. 

Pemazmur menanggapi dalam madahnya, "Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku." (Mzm. 119:102).

Kita mengambil hikmatnya: Tuhan selalu hadir dalam hidup orang yang beriman kepada-Nya. Badai hidup tak selamanya harus meragukan keberadaan Tuhan dalam diri.

Ketika hidup dalam kondisi sekarat tanpa harapan Tuhan hadir untuk menyelamatkan. Ulurkan tanganmu untuk menggapai tangan belas kasih Tuhan.

Mari tekun wujudkan uluran tangan belas kasih Tuhan bagi sesama yang miskin, berkekurangan dan dalam keterbatasannya mendesak untuk ditolong, diskusi basi dibatasi, sekedar wacana dijauhkan, tindakan konkrit belas kasih yang diperlukan.

Hikmat melaksanakan sabda Tuhan: melawan dosa, mendapat perlindungan dan penjagaan terhadap aneka badai hidup yang mengancam.

Bekal dalam perjalanan menembus badai hidup menuju  Allah adalah kolekte, natura atau bahan persembahan yang kita bawa dengan penuh kebebasan sebagai penganut Tuhan yang benar. 

Hidup ini pada akhirnya bukan hanya untuk eforia belaka atau senang-senang saja, tetapi hidup butuh ketenangan, damai sejati dalam tangan Tuhan. 

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Senin/Pekan Biasa XVIII/A/II, 030826).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.