TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Kevin Wu, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya anggota Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Andriyono, saat menjalankan tugas.
Andriyono yang menjabat sebagai Kepala Regu Kelompok Cepu Sektor Cipayung dilaporkan sempat mengeluhkan nyeri di bagian dada sebelum dilarikan ke Rumah Sakit Harapan Bunda. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
Kevin menilai almarhum merupakan sosok yang telah memberikan pengabdian besar dalam melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran.
"Saya mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kematian saudara Andriyono. Bersama dengan segenap petugas Gulkarmat di Jakarta, ia memiliki jasa yang besar dalam melayani dan melindungi warga Jakarta," kata Kevin dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).
Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan menghadapi musibah tersebut.
"Semoga almarhum dapat beristirahat dengan tenang. Dan keluarga almarhum diberikan kesabaran serta kekuatan dalam menghadapi musibah ini," ujarnya.
Selain menyampaikan duka cita, Kevin meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan pendalaman terkait penyebab meninggalnya Andriyono saat bertugas.
Menurut dia, pemeriksaan tersebut penting dilakukan apabila mendapat persetujuan dari pihak keluarga, sehingga penyebab pasti kematian dapat diketahui.
"Tentunya bila keluarga korban memberikan restu, Pemprov DKI harus mendalami apa penyebab kematian almarhum saat melaksanakan tugasnya kemarin," katanya.
Kevin menilai keluhan nyeri dada yang dialami almarhum tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele.
Hasil pendalaman nantinya diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan perlindungan terhadap petugas pemadam kebakaran.
"Rasa sakit di dada ini bukan persoalan yang remeh. Itu merupakan masalah besar yang harus diperhatikan secara serius. Perlu diketahui apa penyebabnya. Ini bisa menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kesehatan dan menjaga keselamatan para petugas di lapangan," ucapnya.
Ia juga berharap peristiwa tersebut menjadi momentum bagi Pemprov DKI Jakarta maupun masyarakat untuk memberikan perhatian lebih besar terhadap kondisi para petugas Gulkarmat yang setiap hari bekerja di garis depan menghadapi berbagai risiko.
"Harapannya, kejadian ini juga bisa mendorong kami, warga Jakarta, Pemprov DKI, dan seterusnya untuk lebih memerhatikan lagi kondisi para petugas Gulkarmat. Mereka telah mempertaruhkan nyawanya di garda terdepan untuk melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran," tuturnya.