Usung Ambisi Besar bersama PSI, Jokowi: Apa yang Kita Takutkan?
Firmauli Sihaloho August 03, 2026 01:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menyampaikan bahwa Partai Solidaritas Indonesia (PSI) telah menetapkan ambisi besar untuk menghadapi Pemilu 2029.

Ia menegaskan, sasaran yang ingin dicapai partai tidak hanya sebatas lolos ke parlemen atau mengamankan kursi di DPR RI. Menurut Jokowi, PSI telah menyusun visi yang lebih luas sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi dan masa depan partai dalam peta politik nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kota Kupang yang digelar di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (1/8/2026).

Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak seluruh kader untuk bekerja lebih keras memperkenalkan PSI kepada masyarakat sekaligus memperkuat organisasi hingga ke tingkat akar rumput.

Menurut Jokowi, antusiasme kader dan masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut menjadi modal penting bagi PSI untuk menghadapi kontestasi politik berikutnya.

Ia menilai semangat yang ditunjukkan para kader di berbagai daerah memberikan keyakinan bahwa partai memiliki peluang untuk berkembang lebih besar dibandingkan pencapaian sebelumnya.

Selain menyoroti target politik, Jokowi juga menekankan pentingnya membangun struktur organisasi partai secara menyeluruh hingga tingkat desa.

Baginya, kekuatan sebuah partai politik tidak hanya diukur dari jumlah kursi legislatif yang diraih, tetapi juga dari soliditas organisasi dan kedekatan dengan masyarakat di berbagai wilayah.

Baca juga: PETI Digempur Polisi, Antrean BBM di Kuansing Mendadak Normal, BBM Diduga Mengalir ke Tambang Emas

Baca juga: 3 Helikopter Water Bombing Kembali Dikirim Padamkan Karthutla di Kerumutan Pelalawan

Jokowi Sebut Ada Target Besar yang Disiapkan PSI

Dalam pidatonya di hadapan kader PSI Kota Kupang, Jokowi menegaskan bahwa target yang ingin dicapai partainya pada Pemilu 2029 bukan sekadar memperoleh kursi di DPR RI atau lolos ke Senayan.

Ia menyebut PSI telah memiliki sasaran yang lebih besar, meskipun tidak menjelaskan secara rinci kepada publik mengenai target tersebut.

"Target kita bukan hanya target masuk Senayan. Tapi ada target besar yang pengin kita capai. Tapi nggak usah disampaikan di sini," kata Jokowi dalam Rakorda DPD PSI Kota Kupang, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Jokowi, target besar tersebut hanya dapat dicapai apabila seluruh kader terus bekerja memperkenalkan partai kepada masyarakat serta memperkuat konsolidasi organisasi.

Antusiasme Rakorda Dinilai Jadi Modal Menghadapi Pemilu 2029

Dalam kesempatan yang sama, Jokowi mengatakan PSI telah memiliki perhitungan atau kalkulasi untuk menembus parlemen pada Pemilu 2029.

Ia melihat tingginya antusiasme peserta Rakorda di Kota Kupang sebagai sinyal positif terhadap perkembangan partai.

Menurutnya, kondisi serupa juga ia temui ketika menghadiri kegiatan PSI di Provinsi Lampung.

"Kalau Rakorda di tingkat Kota Kupang penuh seperti ini, apa yang kita takutkan? Apa yang kita khawatirkan? Saat itu di Lampung juga sama banyak seperti ini. Apa yang kita khawatirkan," ungkap Jokowi.

Bagi Jokowi, kehadiran kader dan masyarakat dalam jumlah besar menunjukkan optimisme terhadap masa depan partai.

Jokowi Tekankan Pentingnya Struktur Partai hingga Tingkat Desa

Jokowi kemudian menjelaskan bahwa kekuatan utama sebuah partai politik tidak hanya berasal dari keberhasilan memperoleh kursi legislatif.

Ia justru menilai pembentukan struktur organisasi hingga ke tingkat desa menjadi fondasi utama dalam membangun kekuatan politik jangka panjang.

Dalam konteks partai politik, kepengurusan desa merupakan struktur organisasi paling dekat dengan masyarakat sehingga berperan penting dalam menyerap aspirasi sekaligus menjalankan program partai.

Karena itu, Jokowi berharap pembentukan kepengurusan tersebut menjadi prioritas.

"Yang saya targetkan, dari DPRD sampai kepengurusan desa terbentuk dan inilah kekuatan besar Partai Gajah," tegasnya.

Perolehan Kursi PSI di NTT Meningkat Signifikan

Jokowi juga mengapresiasi perkembangan PSI di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Ia mengungkapkan bahwa jumlah kursi DPRD yang berhasil diraih PSI mengalami peningkatan dibandingkan pemilu sebelumnya.

Pada Pemilu 2019, PSI hanya memperoleh 11 kursi DPRD di wilayah NTT.

Namun pada Pemilu 2024, jumlah tersebut meningkat menjadi 34 kursi.

Peningkatan itu dinilai sebagai indikator bertambahnya dukungan masyarakat terhadap PSI di provinsi tersebut.

Melihat perkembangan tersebut, Jokowi semakin optimistis NTT dapat menjadi salah satu basis kekuatan utama partai menjelang Pemilu 2029.

Bertambahnya Kepala Daerah dari PSI Jadi Modal Politik

Selain bertambahnya kursi legislatif, Jokowi juga menyoroti meningkatnya jumlah kepala daerah yang berasal dari PSI di NTT.

Mengutip Pos Kupang, ia menyebut saat ini PSI memiliki seorang wali kota, seorang bupati, dan dua wakil bupati yang menjadi representasi partai di tingkat pemerintahan daerah.

Keberhasilan tersebut dinilai menjadi modal penting bagi PSI untuk memperluas pengaruh politik sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap partai.

Jokowi Optimistis NTT Menjadi "Panggung Gajah"

Melihat perkembangan yang terjadi di NTT, Jokowi mengaku semakin yakin bahwa provinsi tersebut akan menjadi daerah yang memiliki peran penting bagi PSI pada Pemilu 2029.

Optimisme itu juga didasarkan pada antusiasme masyarakat yang ia rasakan selama berada di NTT.

"Untuk tahun 2029 saya mungkin tidak bisa menghitung lagi. Kalau melihat antusiasme masyarakat seperti yang saya rasakan kemarin sore dan tadi pagi, kita lihat saja nanti. Tetapi saya meyakini NTT benar-benar akan menjadi panggung gajah," tuturnya.

Istilah "Panggung Gajah" merujuk pada identitas baru PSI yang menggunakan simbol gajah sebagai lambang partai. Dalam pandangan Jokowi, simbol tersebut bukan hanya identitas visual, tetapi juga menggambarkan karakter yang ingin dibangun PSI.

Makna "Panggung Gajah" Menurut Jokowi

Jokowi menjelaskan bahwa "Panggung Gajah" tidak dimaksudkan hanya sebagai simbol kemenangan politik.

Menurutnya, filosofi gajah menggambarkan kecerdasan, kebijaksanaan, dan keberpihakan kepada masyarakat.

Ia berharap karakter tersebut menjadi ciri yang terus melekat pada PSI dalam menjalankan aktivitas politiknya.

"Gajah yang bijak, bukan hanya menang dalam pemilu, tetapi juga gajah yang bijaksana. Gajah yang cerdas, gajah yang selalu berpihak kepada rakyat. Itulah yang kita inginkan bersama," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.