Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Komandan Korem (Danrem) 151/Binaiya, Brigjen TNI Raffles Manurung, mengatakan keharmonisan rumah tangga merupakan fondasi utama bagi setiap prajurit dalam menjalankan tugas negara.
Karena itu, Korem 151/Binaiya terus memperkuat pembinaan keluarga sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan personel.
Pernyataan tersebut disampaikan Raffles usai memimpin mediasi terkait laporan seorang ibu Persit terhadap suaminya yang merupakan anggota Korem 151/Binaiya di Makorem 151/Binaiya, Ambon, Sabtu (1/8/2026).
Menurut Raffles, perhatian terhadap keluarga prajurit menjadi komitmen yang terus dijalankan selama dirinya memimpin Korem 151/Binaiya.
"Sebagai Komandan Korem, saya memiliki komitmen untuk memperkuat persatuan dan kesejahteraan keluarga besar satuan. Kami berusaha memperhatikan kehidupan setiap anggota beserta keluarganya," katanya.
Ia menjelaskan, kepedulian terhadap keluarga prajurit bukan hanya sebatas penyelesaian persoalan rumah tangga, tetapi juga diwujudkan melalui perhatian terhadap kondisi kesehatan dan kesejahteraan anggota beserta keluarganya.
"Kalau ada anggota yang sakit atau anaknya sakit, kami datangi dan kami beri perhatian. Masa orang lain kita bantu, tetapi keluarga sendiri tidak kita bantu. Karena itu, kami berusaha hadir untuk mereka," ujarnya.
Rumah Tangga Harmonis Penentu Kinerja Prajurit
Raffles menilai kondisi rumah tangga yang harmonis akan memberikan dampak besar terhadap pelaksanaan tugas seorang prajurit.
Menurutnya, persoalan keluarga yang tidak terselesaikan dapat memengaruhi konsentrasi dan profesionalisme anggota saat menjalankan tugas negara.
"Harapan kami, kehidupan rumah tangga anggota harus kuat. Kalau kehidupan rumah tangganya tidak baik, bagaimana bisa menjalankan tugas dengan maksimal? Semua berawal dari rumah," tegasnya.
Ia menambahkan, ketenangan dalam keluarga akan membuat seorang prajurit lebih fokus menjalankan tanggung jawabnya.
"Kalau rumah tangga tenang dan harmonis, seorang suami maupun prajurit akan lebih fokus dan mampu melaksanakan tugas dengan baik. Karena itu, pondasi rumah tangga harus benar-benar dijaga," katanya.
Pembinaan Keluarga Dilakukan Secara Rutin
Untuk menjaga keharmonisan keluarga prajurit, Korem 151/Binaiya secara rutin menggelar berbagai kegiatan pembinaan yang melibatkan anggota beserta keluarganya.
Menurut Raffles, kegiatan tersebut bertujuan membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya menciptakan keluarga yang harmonis sehingga persoalan rumah tangga tidak berkembang dan mengganggu pelaksanaan tugas prajurit.
"Kami juga sering mengumpulkan keluarga dalam kegiatan pembinaan agar mereka memahami pentingnya membangun keluarga yang baik dan harmonis, sehingga tidak muncul persoalan yang dapat mengganggu pelaksanaan tugas anggota," ujarnya.
Kasus Dugaan Perselingkuhan Masih Dalam Pemeriksaan
Sebelumnya, Brigjen TNI Raffles Manurung juga menegaskan tidak ada perlindungan bagi prajurit yang terbukti melakukan pelanggaran.
Pernyataan itu disampaikan menyusul laporan seorang ibu Persit, Ana Maria Avensia Bolly, terhadap suaminya, Sertu Geraldo Darkay, anggota Intel Korem 151/Binaiya, atas dugaan perselingkuhan dan penelantaran rumah tangga.
Menurut Danrem, hingga kini pemeriksaan internal masih berlangsung dan belum ditemukan bukti yang cukup untuk menjatuhkan sanksi kepada prajurit yang dilaporkan.
Ia memastikan apabila nantinya ditemukan bukti yang memenuhi unsur pelanggaran disiplin maupun pidana, proses penindakan akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kalau memang ada bukti-bukti yang cukup dari istri maupun pihak lain, silakan disampaikan. Siapa pun yang bersalah tidak akan lepas dari hukum," tegas Raffles.
Ia juga menegaskan seluruh proses pemeriksaan dilakukan secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang sah, sehingga setiap keputusan yang diambil tetap mengedepankan asas keadilan bagi seluruh pihak. (*)