Jelang HUT RI, Harga Bendera Merah Putih dan Umbul-Umbul di Toboali Naik
Asmadi Pandapotan Siregar August 03, 2026 01:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Harga bendera merah putih dan berbagai pernak-pernik perayaan Hari Kemerdekaan di Kota Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, mengalami kenaikan menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Kenaikan harga dipicu meningkatnya biaya bahan baku serta ongkos pengiriman barang dari daerah asal produksi di Jawa Barat.

Pedagang pernak-pernik kemerdekaan, Bagus (25), mengatakan, kenaikan harga terjadi hampir pada seluruh jenis bendera yang dijual tahun ini. Setiap lembar bendera mengalami kenaikan sekitar Rp5.000 dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut membuat sebagian pembeli mulai mempertimbangkan kembali jumlah barang yang akan dibeli.

“Memang ada pembeli yang mengeluhkan harga sekarang lebih mahal dibandingkan tahun lalu,” kata Bagus kepada Bangkapos.com. Senin (3/7/2026).

Bagus mencontohkan bendera merah putih ukuran 120 sentimeter yang sebelumnya dijual Rp30.000 per lembar kini menjadi Rp35.000. Sementara itu, harga bendera merah putih secara umum dipasarkan mulai Rp35.000 hingga Rp90.000 per potong sesuai ukuran dan kualitas bahan. Adapun umbul-umbul dijual dengan harga berkisar Rp30.000 hingga Rp35.000 per lembar.

Menurutnya, kenaikan harga tidak lepas dari meningkatnya harga kain sebagai bahan baku utama pembuatan bendera. Selain itu, biaya pengiriman barang dari Kabupaten Garut, Jawa Barat, menuju Kepulauan Bangka Belitung juga mengalami kenaikan sehingga turut mempengaruhi harga jual kepada konsumen. Seluruh barang dagangannya didatangkan melalui jasa ekspedisi sebelum dijual di Toboali.

“"Kenaikannya sekitar Rp5.000 untuk semua jenis bendera yang kami jual. Harga kain naik, ditambah ongkos kirim juga meningkat sehingga kami harus menyesuaikan harga jual,” sebut Bagus.

Selain bendera dan umbul-umbul, Bagus juga menjual berbagai pernak-pernik Agustusan lainnya. Produk yang ditawarkan dibanderol mulai Rp10.000 hingga Rp400.000 tergantung ukuran, jenis, dan bahan yang digunakan. Meski harga mengalami penyesuaian, ia tetap menyediakan berbagai pilihan agar dapat menjangkau kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Empat Tahun Mengadu Rezeki di Toboali, Pedagang Bendera Asal Bandung Ingin Tinggal di Babel

Kenaikan harga tersebut diakui turut berdampak terhadap penjualan pada awal musim tahun ini. Hingga awal Agustus, Bagus menyebut baru puluhan lembar bendera yang berhasil terjual sejak dirinya mulai berjualan pada 21 Juli 2026. Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya permintaan biasanya mulai meningkat memasuki awal Agustus.

“Saat ini penjualannya memang masih sepi, baru puluhan bendera yang terjual,” ungkapnya.

Meski menghadapi kenaikan harga dan penjualan yang belum menggeliat, Bagus tetap optimis permintaan akan meningkat menjelang puncak peringatan Hari Kemerdekaan. Pedagang asal Bandung, Jawa Barat, itu mengaku telah empat tahun berturut-turut datang ke Bangka Belitung karena menilai pangsa pasar di daerah ini masih lebih luas dan roda perekonomian tetap bergerak. Ia berharap penjualan tahun ini dapat kembali meningkat sehingga mampu menutupi biaya operasional yang ikut naik.

“Biasanya penjualan mulai ramai dari tanggal 1 sampai 17 Agustus, jadi kami tetap optimistis dan bersyukur masih bisa mencari rezeki di Bangka Belitung,” uacpnya. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.