TRIBUNTRENDS.COM - Kebakaran hebat yang melanda KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih menyisakan duka dan tanda tanya terkait nasib sejumlah penumpang yang belum ditemukan.
Kapal yang melayani rute Surabaya–Makassar itu dilaporkan terbakar pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 06.00 WIB saat berlayar di perairan utara Kabupaten Sumenep.
Memasuki Senin (3/8/2026) pagi, Tim SAR Gabungan masih berjibaku melakukan pencarian terhadap korban yang diduga masih berada di sekitar lokasi kejadian.
Upaya penyelamatan dilakukan tanpa henti dengan menyisir area laut yang cukup luas di sekitar Pulau Sapudi.
Data operasional terbaru dari Kantor Basarnas Surabaya mencatat sebanyak 234 orang telah berhasil dievakuasi hingga pukul 03.30 WIB.
Dari jumlah tersebut, 229 orang dinyatakan selamat dan berhasil diselamatkan dari insiden kebakaran kapal tersebut.
Sementara itu, lima korban lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Baca juga: Kronologi KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar, Penumpang Melompat ke Laut, 227 Korban Selamat, 5 Tewas
Proses evakuasi berlangsung dramatis karena melibatkan banyak pihak yang bergerak cepat memberikan pertolongan.
Sebanyak sembilan kapal niaga yang melintas di sekitar lokasi turut membantu mengevakuasi para korban dari tengah laut.
Tidak hanya itu, sejumlah nelayan lokal juga ikut ambil bagian dalam operasi penyelamatan dengan menggunakan perahu mereka.
Di tengah proses pencarian, muncul perbedaan data terkait jumlah orang yang berada di atas kapal saat insiden terjadi.
Berdasarkan catatan Humas Polresta Sumenep, manifes KMP Mutiara Sentosa 2 milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) mencatat total 271 orang berada di kapal.
Jumlah tersebut terdiri dari 232 penumpang, 26 anak buah kapal (ABK), serta 13 ABK tambahan.
Sementara angka korban yang telah dievakuasi masih belum sesuai dengan jumlah manifes yang tercatat.
Karena itu, Tim SAR Gabungan terus memperluas radius pencarian di perairan utara Pulau Sapudi untuk memastikan seluruh penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 dapat ditemukan.
Seluruh jenazah korban meninggal dunia telah dievakuasi ke Posko Post Mortem Biddokkes Polda Jatim di Kamar Mayat RS Bhayangkara Surabaya pada Senin pagi.
Di antara keluarga yang menunggu di rumah sakit, hadir Sri Rahayu, warga Tulungagung, yang datang untuk memastikan kabar adik bungsunya berinisial SS (39).
SS diketahui merupakan sopir truk ekspedisi pengangkut wadah pendingin dengan rute Jakarta menuju Sulawesi.
Kernet yang mendampingi SS, Bambang Susilo (36), berhasil selamat setelah melompat ke laut saat api membakar lambung kapal.
Ia menceritakan detik-detik menegangkan ketika kobaran api semakin membesar dan suhu di atas kapal menjadi sangat panas.
"Saya melompat duluan dari atas kapal dari ketinggian sekitar 10 meter karena hawa anginnya sudah sangat panas kena api. Sebelum lompat, saya sempat mengajak Mas Sari (SS) untuk ikut lompat, tapi dia suruh saya lompat duluan. Setelah saya di laut, saya tidak tahu lagi keberadaannya," tutur Bambang dengan raut trauma.
Lima kantong jenazah tiba di RS Bhayangkara secara bertahap sejak Senin dini hari. Dua kantong jenazah terakhir tiba menggunakan ambulans pada pukul 09.17 WIB.
Kasubbid Dokpol Biddokkes Polda Jatim, AKBP dr. Adam Bimantoro, membenarkan pihak kedokteran kepolisian telah menerima kantong jenazah tersebut dan sedang mempersiapkan proses identifikasi medis.
"Iya, sudah ada beberapa kantung jenazah di lokasi. Mohon waktu, nanti rincian resminya akan disampaikan langsung oleh Kabid Humas Polda Jatim," ujar dr. Adam Bimantoro di lokasi.
Suasana haru menyelimuti area teras kamar mayat ketika sejumlah anggota keluarga korban mulai berdatangan untuk menyerahkan data identitas guna proses pencocokan ante mortem dan post mortem.
Di tengah proses pencarian, Polresta Sumenep mengonfirmasi bahwa 10 penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Empat korban harus menjalani perawatan di RSI Garam Kalianget, sedangkan enam lainnya dipastikan dalam kondisi sehat.
Plt Kasi Humas Polresta Sumenep, Ipda Ardan, mengatakan satu penumpang ditemukan nelayan di perairan Ambunten.
"Satu penumpang lainnya, atas nama Restu Andika diselamatkan oleh nelayan di perairan Ambunten pada Minggu (2/8/2026)," ungkap Ipda Ardan pada Senin (3/8/2026), pukul 09.54 WIB.
Empat korban yang masih menjalani perawatan di RSI Garam Kalianget adalah Dwi Putro Suryo, Paidi, Mohammad Isti, dan Andi.
Sementara lima penumpang lain yang dinyatakan selamat dan sehat yakni Dani Wijaya, Bargus Imam, Jefri Lesnusa, Heri Susilo, dan Syamsul.
"Kalau yang lima orang sama yang ambunten itu sudah dibawa ke Surabaya tadi malam, dalam kondisi sehat," sebutnya.
Hingga Senin siang, Tim SAR Gabungan masih melanjutkan operasi pencarian di perairan utara Sumenep untuk memastikan keberadaan seluruh penumpang sesuai data manifes kapal.
(TribunTrends/Tribunnews)