Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Polda Lampung mencatat 1.070 hotspot ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2026.
Baca Juga: 3 Kasus Karhutla di Lampung, BPBD Siapkan Mitigasi hingga Opsi Modifikasi Cuaca
Wakapolda Lampung, Brigjen Pol Sumarto menjelaskan bahwa berdasarkan data Dashboard Lancang Kuning Polda Lampung tercatat ada 1.070 hotspot.
"Dari data sejak 1 Januari hingga 30 Juli 2026 terpantau sebanyak 1.070 hotspot, terdiri atas 1.005 titik kategori medium dan 43 titik kategori high confidence," kata Brigjen Pol Sumarto, Senin (3/8/2026).
Dikatakannya, data tersebut menjadi dasar penentuan prioritas pengamanan di sejumlah wilayah rawan.
Diantaranya Kabupaten Way Kanan, Lampung Timur, Lampung Tengah, Tulangbawang, dan Lampung Utara.
"Selain menyiagakan personel, Polda Lampung memastikan kesiapan seluruh sarana dan prasarana penanggulangan karhutla," ujarnya.
Mulai dari embung, kendaraan water cannon, mobil tangki air, mesin pompa, hingga perlengkapan pendukung lainnya.
Pemanfaatan teknologi melalui Dashboard Lancang Kuning Polri, Sipongi Kementerian Kehutanan, serta data hotspot BMKG terus dioptimalkan guna mempercepat deteksi dan penanganan awal di lapangan.
Pihaknya menegaskan bahwa keberhasilan mencegah karhutla hanya dapat dicapai melalui sinergi seluruh elemen bangsa.
"Kesiapsiagaan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi komitmen nyata untuk melindungi masyarakat dan lingkungan," kata Sumarto.
Para personel harus mampu bergerak cepat, memperkuat sinergi dengan seluruh stakeholder, serta mengedepankan pencegahan.
Semua itu sebagai langkah utama agar kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini.
Polda Lampung tidak hanya mengedepankan langkah preventif melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
Juga akan melakukan penegakan hukum secara profesional, tegas, dan berkeadilan terhadap setiap pelaku pembakaran hutan dan lahan.
Hal tersebut sebagai bentuk perlindungan terhadap keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
"Menghadapi ancaman musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino, Polda Lampung memperkuat kesiapsiagaan seluruh kekuatan lintas sektor guna mengantisipasi karhutla," kata Sumarto.
Melalui Apel Kesiapsiagaan Bencana Karhutla Tahun 2026, Polri menegaskan komitmennya mengedepankan pencegahan sebagai strategi utama untuk melindungi masyarakat.
Kemudian menjaga kelestarian lingkungan, serta mendukung ketahanan nasional.
Apel kesiapsiagaan tersebut menjadi momentum konsolidasi personel TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, BMKG, pemerintah daerah.
Serta seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem penanggulangan Karhutla yang terpadu, cepat, dan efektif.
Terutama dalam menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026.
Wakapolda menegaskan bahwa fenomena El Nino harus direspons dengan kesiapan maksimal melalui penguatan deteksi dini.
Patroli terpadu, respons cepat terhadap setiap titik panas, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat agar kebakaran dapat dicegah sebelum meluas.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan aktif mencegah terjadinya karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan cara dibakar.
"Upaya pencegahan akan lebih efektif apabila didukung kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan," kata Yuni.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar," terusnya.
Dikarenakan selain berpotensi memicu kebakaran yang meluas, tindakan tersebut juga memiliki konsekuensi hukum.
"Mari bersama-sama menjaga lingkungan dengan mengedepankan cara-cara yang aman dan ramah lingkungan demi melindungi hutan, lahan, serta keselamatan masyarakat," kata Yuni.
Yuni juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak perubahan iklim akibat fenomena El Nino.
"Cuaca panas berkepanjangan berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan," ucapnya.
Sehingga masyarakat diimbau mencukupi kebutuhan cairan tubuh, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat suhu sedang tinggi.
Dengan menggunakan masker apabila kualitas udara menurun akibat asap.
"Diharapkan segera melaporkan kepada aparat kepolisian atau pemerintah setempat apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran hutan dan lahan," kata Yuni.
Mantan Kapolres Metro ini menjelaskan bahwa perubahan iklim merupakan tantangan bersama.
"Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat menjadi bagian dari upaya pencegahan dengan menjaga kesehatan," kata Yuni.
Dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta segera melaporkan apabila menemukan potensi Karhutla.
"Sinergi antara masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menjaga Lampung tetap aman, sehat, dan bebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan," kata Yuni.
Polda Lampung mendukung agenda nasional pengendalian Karhutla, menjaga stabilitas keamanan, melindungi ketahanan pangan.
Kemudian memastikan masyarakat tetap aman di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)