Rute Lengkap Trans Jatim Kanjuruhan Segera Beroperasi: Dari Arjosari Tembus Kabupaten Malang
Sarah Elnyora Rumaropen August 03, 2026 01:35 PM

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Trans Jatim Kanjuruhan Koridor 2 akan melintasi beberapa ruas jalan di Kota Malang, salah satunya singgah di Terminal Arjosari.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra menjelaskan rencana jalur Trans Jatim Koridor 2 yang akan segera beroperasi.

Menurut Widjaja, titik awal perjalanan Trans Jatim Koridor 2 akan dimulai dari Terminal Arjosari.

Kemudian menuju Jalan A Yani, menuju tengah Kota Malang.

Lalu di pertigaan depan Malang Creative Center, bus akan belok ke kiri menuju persimpangan Jalan LA Sucipto. 

Di persimpangan ini, bus akan belok kanan menuju Jalan Sunandar Priyo Sudarmo hingga pertigaan Jalan Sulfat.

Di pertigaan Jalan Sulfat, bus belok kiri menuju Sawojajar lewat Jalan Sulfat.

Baca juga: Dishub Beri Sinyal Rute Bus Trans Jatim Kanjuruhan Koridor 2 Bisa Lewat Tengah Kota Malang

Bus kemudian melanjutkan perjalanan ke Sawojajar untuk selanjutnya menuju Jalan Ki Ageng Gribig dan lanjut ke Jalan Mayjen Sungkono. 

Dari Jalan Mayjen Sungkono, bus bergerak ke arah Kabupaten Malang, melintasi Terminal Hamid Rusdi menuju Kecamatan Bululawang.

Widjaja mengatakan, bus nantinya akan berhenti di Kecamatan Gondanglegi.

“Kalau rencana ke Kepanjen masih belum saya dengar. Saya akan perbarui lagi informasi selanjutnya, ya,” papar Widjaja, Senin (3/8/2026).

Pemerintah Provinsi Jawa Timur masih membahas jalur Trans Jatim Koridor 2. Masih belum ada kepastian jalur ke Kabupaten Malang apakah menuju Kepanjen atau Gondanglegi.

“Kalau soal jalur masih belum,” kata Kepala UPT Pengelola Prasarana Perhubungan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (P3 LLAJ) Dinas Perhubungan Jawa Timur Karanglo, Binsar Siregar.

Fokus Konsolidasi dengan Angkot Eksisting

Binsar mengatakan, hingga kini pembahasan masih difokuskan pada sinkronisasi dengan operator angkutan kota di Kota Malang, mengingat nantinya Trans Jatim akan berangkat dari Terminal Arjosari.

"Harapannya memang demikian untuk mengangkut penumpang dari luar kota. Tetapi kepastiannya masih dikonsolidasikan dengan angkutan eksisting," kata Binsar, Senin (3/8/2026).

Menurut Binsar, koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Malang telah menunjukkan hasil positif.

Angkutan pedesaan di wilayah tersebut juga telah menyatakan kesiapan untuk mendukung operasional Trans Jatim.

"Kalau Pemkab Malang sudah menerima. Angkutan pedesaannya juga sudah konsolidasi. Tinggal yang di Kota Malang," ujarnya.

Baca juga: Dandung Julhardjanto Ditunjuk Jadi Plh Sekda Kota Malang, Pemkot Segera Usulkan Nama Pj ke Gubernur

Binsar menegaskan, proses konsolidasi diperlukan untuk memastikan seluruh pelaku transportasi memperoleh ruang dalam sistem transportasi baru yang sedang disiapkan pemerintah.

"Yang kami bahas tentunya terkait konsolidasi dengan angkutan eksisting. Apakah ada penolakan atau tidak, itu yang masih kami jajaki," katanya.

Binsar menilai, Trans Jatim memang menjadi harapan masyarakat untuk memperoleh layanan transportasi publik yang lebih baik.

Namun, pemerintah juga tidak ingin mengesampingkan keberadaan angkutan kota yang selama ini melayani mobilitas warga.

"Walaupun Trans Jatim menjadi dambaan masyarakat, jangan sampai melupakan angkutan kota yang sudah ada sebelumnya. Kami tetap membutuhkan dukungan teman-teman angkutan eksisting," ucapnya.

Angkot Jadi Feeder dan Peluang Rekrutmen

Sebagai solusi, Dishub Jawa Timur menyiapkan skema integrasi dengan menjadikan angkutan kota sebagai feeder atau pengumpan penumpang menuju jalur utama Trans Jatim.

"Angkutan kota nantinya menjadi feeder. Jadi ketika Trans Jatim melintas di jalur utama, angkutan kota yang akan menjemput penumpang dari kawasan permukiman menuju halte Trans Jatim," jelasnya.

Selain mengintegrasikan layanan, pemerintah juga membuka peluang bagi pelaku transportasi eksisting untuk terlibat langsung dalam operasional Trans Jatim.

Baca juga: Update Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II: 10 Korban di Sumenep Selamat, 5 Jenazah Dibawa ke Surabaya

Binsar menyebut, pengalaman pada pengoperasian Koridor 1 menunjukkan sebagian pengemudi angkutan umum direkrut menjadi pengemudi Trans Jatim.

Bahkan, anggota keluarga mereka juga mendapat kesempatan mengikuti seleksi sebagai pramugara atau pramugari.

"Dari Koridor 1 juga ada yang dijadikan pengemudi. Anaknya juga bisa mengikuti tes menjadi pramugara, atau pramugari" katanya.

Siapkan 14 Armada Utama

Untuk Koridor 2, rute yang disiapkan diperkirakan memiliki panjang sekitar 40 hingga 50 kilometer, dan untuk operasionalnya akan didukung 14 armada dengan satu unit bus cadangan.

"Jalurnya kurang lebih 40 sampai 50 kilometer. Operasionalnya sekitar 14 unit dengan satu bus cadangan," ujarnya.

Binsar berharap seluruh proses konsolidasi dapat berjalan lancar sehingga operasional Trans Jatim Koridor 2 mampu memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa menimbulkan konflik dengan angkutan umum yang telah ada.

"Harapannya berjalan selaras dan berjalan semestinya. Semua ini untuk kepentingan masyarakat Jawa Timur, khususnya Malang Raya. Mohon doa restunya saja," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.