Menara BNI di Pejompongan Kini Dikelilingi Pagar Besi Emas 3 Meter, Ada Apa?
Dian Anditya Mutiara August 03, 2026 02:35 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Tampilan kawasan Menara BNI di Jalan Pejompongan Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, kini berubah.

Kompleks perkantoran tersebut dikelilingi pagar besi berwarna emas setinggi sekitar tiga meter yang dipasang mengitari hampir seluruh sisi bangunan.

Menara BNI di Jalan Pejompongan Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, kini memiliki pagar besi berwarna emas setinggi sekitar tiga meter yang mengelilingi kompleks perkantoran.

Berdasarkan pantauan Wartakotalive.com, Senin (3/8/2026), pagar bermotif garis dekoratif itu membentang mulai dari sisi depan di Jalan Pejompongan Raya hingga sisi samping yang menghadap Jalan Pejompongan IV dan Jalan Pejompongan V.

Sejumlah banner merah putih bertema Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Republik Indonesia juga dipasang di beberapa bagian pagar.

Baca juga: Usai Jadi Sorotan, Kini Pagar Mall Kokas Sudah Dibongkar 

Dengan adanya pagar tersebut, area taman yang sebelumnya terbuka dan berbatasan langsung dengan trotoar kini tidak lagi dapat diakses secara bebas oleh masyarakat.

Pagar juga mengelilingi plaza yang menjadi lokasi patung Garuda berukuran besar. Meski demikian, pengunjung masih dapat menuju area monumen melalui bukaan pagar dan tangga kecil yang disediakan.

Keberadaan pagar ini menarik perhatian warga karena kawasan depan Menara BNI sempat menjadi salah satu titik kericuhan saat aksi demonstrasi besar pada Agustus 2025.

Sekitar 200 meter dari lokasi tersebut, pengemudi ojek online Affan Kurniawan meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob Polri.

Dipasang Bertahap

Wiro (42), pedagang warung Madura yang berjualan di sekitar Menara BNI, mengatakan pemasangan pagar sudah dilakukan secara bertahap sejak beberapa bulan terakhir.

"Ya bertahap perubahan dari yang lama ke yang baru. Beberapa bulan ini dipagari. Karena kan katanya mau untuk ningkatin keamanan saja, tadinya cuma pagar yang batu itu, sekarang dipasang yang besi warna emas itu," ujar Wiro saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, sebelum pagar dipasang, area depan gedung sering dimanfaatkan pedagang kaki lima maupun masyarakat untuk berkumpul dan beristirahat.

"Banyak orang pada duduk-duduk di depan, kayaknya kantornya mau ada standar keamanannya, jadi dipasang yang lebih tinggi," katanya.

Baca juga: Pramono Bakal Tertibkan Pagar Tinggi Mal di Jakarta: Tak Perlu Berlebihan

Wiro membenarkan kawasan tersebut sempat menjadi salah satu titik kericuhan saat demonstrasi pada Agustus tahun lalu.

Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya dari para pekerja di Menara BNI, pemasangan pagar bukan dilakukan sebagai dampak langsung dari aksi unjuk rasa.

"Kemarin memang dari luar itu lari-larinya ke daerah sini. Tapi di sini mah aman sih, pokoknya katanya emang udah direncanain (pemasangan pagar)," tuturnya.

Ia berharap situasi keamanan di Jakarta tetap kondusif sehingga tidak terjadi lagi kericuhan seperti tahun sebelumnya.

"Harapannya ya semoga aman aja lah, jangan sampai ada ribut-ribut lagi, namanya kita pedagang kecil maunya damai-damai aja," ujarnya.

Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Fadil (37), yang mengingat Jalan Pejompongan Raya menjadi salah satu titik awal pecahnya kericuhan saat demonstrasi Agustus 2025.

"Tahun lalu emang di sini dulu ricuhnya, soalnya dari DPR pada larinya ke sini, sampai pada loncat ke rel kereta. Makanya itu kali dibikin pagar," katanya.

Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Menara BNI mengenai tujuan pemasangan pagar besi tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.