WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menara BNI di Jalan Pejompongan Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, kini dikelilingi pagar besi berwarna emas setinggi sekitar 3 meter.
Pantauan Wartakotalive.com pada Senin (3/8/2026), pagar bermotif garis dekoratif itu telah terpasang rapi mengelilingi kompleks perkantoran.
Bentangannya dimulai dari sisi depan di Jalan Pejompongan Raya hingga ke sisi samping yang menghadap Jalan Pejompongan IV dan Jalan Pejompongan V.
Sejumlah banner merah putih bertema HUT Ke-80 Republik Indonesia juga tampak menghiasi beberapa bagian pagar tersebut.
Baca juga: Usai Jadi Sorotan, Kini Pagar Mall Kokas Sudah Dibongkar
Adanya pagar itu membuat area taman yang sebelumnya terbuka dan berbatasan langsung dengan trotoar kini tidak lagi dapat diakses secara bebas.
Pagar juga mengelilingi plaza tempat berdirinya patung Garuda berukuran besar.
Meski begitu, tersedia bukaan serta tangga kecil yang tetap memungkinkan masyarakat menuju monumen tersebut maupun area duduk di sisi trotoar.
Keberadaan pagar ini menarik perhatian publik lantaran kawasan depan Menara BNI pernah menjadi salah satu titik kericuhan saat aksi demonstrasi besar pada Agustus 2025.
Baca juga: Polda Metro Minta Publik Tak Berspekulasi Soal Pagar Mal, Isu Kerusuhan Agustus Dibantah
Sekitar 200 meter dari lokasi itu, pengemudi ojek online Affan Kurniawan juga meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob Polri.
Wiro (42), pedagang warung Madura yang berjualan di sekitar Menara BNI, mengatakan, pemasangan pagar sudah dilakukan secara bertahap sejak beberapa bulan lalu.
"Perubahan bertahap dari yang lama ke baru dan beberapa bulan ini (dipagari), katanya untuk keamanan saja," kata Wiro.
Sebelum pagar berdiri, area depan gedung kerap dimanfaatkan pedagang kaki lima maupun warga yang bukan merupakan karyawan untuk berkumpul.
Baca juga: Pramono Minta Mal dan Perkantoran Tak Pasang Pagar Tinggi, Demi Jaga Citra Jakarta Aman
Kawasan tersebut sempat menjadi salah satu titik kericuhan saat demonstrasi pada Agustus tahun lalu.
Berdasarkan informasi yang diterimanya dari para pekerja di Menara BNI, pemasangan pagar tersebut bukan disebabkan oleh aksi unjuk rasa.
Wiro berharap situasi pada Agustus 2026 tetap berlangsung kondusif sehingga peristiwa serupa tidak kembali terulang.
Senada dengan Wiro, pedagang kaki lima lainnya, Fadil (37), mengatakan Jalan Pejompongan Raya menjadi titik awal pecahnya kericuhan saat demonstrasi tahun lalu.
"Tahun lalu emang di sini dulu (ricuh), dari DPR larinya ke sini, sampai pada loncat kan ke rel kereta, makanya itu kali dibikin pagar," ucap Fadil. (m27)