TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG – Layanan angkutan massal Trans Jateng bakal melayani warga Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mulai 2028.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang pun mulai mempersiapkan jalur feeder yang akan memudahkan pekerja di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang mengakses layanan Trans Jateng ini.
Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengatakan, kehadiran Trans Jateng merupakan bagian dari dukungan Pemprov Jateng terhadap pengembangan transportasi publik di wilayah tersebut.
"Tahun ini sudah mulai tahap kajian, kemudian tahun 2027 dilakukan persiapan. Dan insyaallah pada 2028, Trans Jateng sudah mulai beroperasi di Batang," kata Bupati Faiz di aula Pemkab Batang, Senin (3/8/2026).
Baca juga: Dibuka Seleksi Jabatan Asisten III dan Kepala Dinas Kominfo Batang
Kehadiran Trans Jateng diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, khususnya pada jam-jam sibuk ketika aktivitas pekerja menuju kawasan industri meningkat.
Selain itu, layanan transportasi umum juga diharapkan mampu menekan penggunaan kendaraan pribadi.
Sebagai langkah pendukung, Pemerintah Kabupaten Batang akan menyiapkan jalur penghubung atau feeder dari Terminal Gringsing menuju KIT Batang.
Pemkab juga berencana membangun akses atau sodetan yang menghubungkan terminal dengan kawasan industri tersebut agar mobilitas pekerja lebih mudah dan efisien.
Faiz menjelaskan, selama ini, arus kendaraan menuju kawasan industri banyak terkonsentrasi melalui jalur Banyuputih-Kedawung sehingga sering memicu kepadatan.
Baca juga: Sekolah Rakyat Bakal Berdiri di Batang, Target 2000 Siswa
Kehadiran Trans Jateng yang terintegrasi dengan feeder dari Terminal Gringsing diharapkan dapat memecah arus transportasi dan beban lalu lintas di ruas jalan utama.
Menurut Faiz, program ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Batang membangun sistem transportasi yang lebih modern, terintegrasi, dan ramah lingkungan seiring pesatnya perkembangan kawasan industri di Kabupaten Batang.
Kehadiran Trans Jateng juga diharapkan meningkatkan aksesibilitas masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi, sekaligus memberikan pilihan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi warga maupun para pekerja di kawasan industri.
"Harapannya, masyarakat menggunakan transportasi publik. Dari Terminal Gringsing nanti disiapkan feeder masuk ke KITB melalui sodetan yang akan dibangun, sehingga distribusi kendaraan tidak lagi bertumpuk di jalur yang selama ini padat," jelasnya. (*)