PWI Jatim Dorong Pers Kawal Kemandirian Fiskal Daerah Berbasis Data
Titis Jati Permata August 03, 2026 04:32 PM

 

SURYA.co.id, LAMONGAN – Pers didorong tidak hanya menjalankan fungsi penyampai informasi, tetapi juga memperkuat peran sebagai mitra kritis pemerintah dalam mendorong kemandirian fiskal daerah.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Luthfil Hakim, meminta insan pers memperbanyak kajian berbasis data mengenai kemampuan keuangan daerah agar kritik yang disampaikan mampu menghadirkan solusi.

Hal itu disampaikan Luthfil saat menghadiri Konferensi PWI Kabupaten Lamongan ke-V di Lamongan, Senin (3/8/2026).

Baca juga: Dua Wartawan Daftar Jadi Bakal Calon Ketua PWI Lamongan, Perebutkan Kepemimpinan Periode 2026–2029

"Ketahanan fiskal kita masih sekitar 2,5 persen. Karena itu, teman-teman PWI harus memiliki kajian untuk mengkritik sekaligus memberikan solusi kepada pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD)," ujar Luthfil.

Pers Berperan Jadi Penghubung Pemerintah dan Masyarakat

Menurut Luthfil, perkembangan dunia pers saat ini menuntut wartawan untuk memiliki pemahaman lebih luas terhadap berbagai isu strategis, termasuk ekonomi daerah.

Ia menilai pers dapat menjadi mediator antara pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, serta masyarakat dalam menggali dan mengembangkan potensi ekonomi lokal.

Dengan kajian yang kuat, pers tidak hanya mengawasi kebijakan pemerintah, tetapi juga ikut mendorong lahirnya kebijakan yang berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Pers memiliki peran penting untuk mengawal kebijakan publik sekaligus memberikan masukan berdasarkan fakta dan data," katanya.

Lamongan Punya Potensi Besar dari Sektor Pertanian

Dalam kesempatan tersebut, Luthfil juga menyoroti sektor pertanian Lamongan yang selama ini menjadi salah satu penopang ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, tingginya produksi pertanian harus diikuti dengan dukungan infrastruktur dan fasilitas penunjang, seperti ketersediaan benih, pupuk, sistem irigasi, serta sarana produksi lainnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi Indonesia pada 2025 mencapai 60,21 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Produksi tersebut didukung luas panen sekitar 11,32 juta hektare dan menghasilkan beras nasional sekitar 34,69 juta ton untuk kebutuhan konsumsi masyarakat.

Capaian itu semakin menegaskan posisi Lamongan sebagai salah satu daerah penyumbang pangan penting di tingkat Jawa Timur maupun nasional.

Dorong Optimalisasi PAD Lamongan

Luthfil juga mengingatkan pentingnya pemerintah daerah mengoptimalkan sektor-sektor unggulan yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah.

Dalam APBD 2026, Pemerintah Kabupaten Lamongan menargetkan PAD sekitar Rp806,9 miliar.

Ia berharap insan pers dapat terus menjalankan fungsi kontrol sosial sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan.

Menurutnya, penguatan PAD akan berdampak terhadap kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan secara lebih mandiri.

Kadam Mustoko Pimpin PWI Lamongan

Dalam rangkaian Konferensi PWI Kabupaten Lamongan ke-V, forum anggota menetapkan Kadam Mustoko sebagai Ketua PWI Kabupaten Lamongan periode tiga tahun ke depan.

Kadam terpilih melalui konferensi yang diikuti puluhan anggota PWI Lamongan.

Kepemimpinan baru tersebut diharapkan mampu memperkuat organisasi, meningkatkan profesionalisme wartawan, serta memperluas kontribusi PWI dalam mendukung pembangunan daerah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.