Momen Mensos Gus Ipul Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik dan Sapa Siswa
Titis Jati Permata August 03, 2026 04:32 PM

 

SURYA.co.id, GRESIK – Harapan baru tumbuh bagi ratusan anak dari keluarga miskin ekstrem di Kabupaten Gresik.

Sebanyak 405 siswa kini mulai menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik, Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, dengan seluruh kebutuhan pendidikan ditanggung pemerintah.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau langsung aktivitas para siswa yang berasal dari keluarga kategori desil 1 tersebut, Senin (3/8/2026).

Dalam kunjungannya, pria yang akrab disapa Gus Ipul itu didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Baca juga: Antisipasi Bullying, Pemprov Jatim Sediakan Layanan Psikolog Rutin di Sekolah Rakyat

Para siswa jenjang SD, SMP, hingga SMA kini mengikuti sistem pendidikan berasrama.

Mulai dari biaya sekolah, seragam, perlengkapan belajar, hingga kebutuhan makan sehari-hari ditanggung pemerintah tanpa pungutan biaya hingga mereka lulus.

Apresiasi Pemkab Gresik Jangkau Siswa

Gus Ipul memberikan apresiasi kepada Pemkab Gresik yang dinilai berhasil melakukan penjangkauan aktif terhadap anak-anak dari keluarga miskin ekstrem untuk memenuhi kuota Sekolah Rakyat.

Menurutnya, proses penerimaan siswa dilakukan melalui pendataan dan pendekatan langsung kepada keluarga sasaran, bukan berdasarkan rekomendasi atau titipan pihak tertentu.

"Di sini tidak ada titip-titipan dalam proses penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat. Tidak ada titipan gubernur, bupati, camat, maupun kepala desa," tegas Gus Ipul.

Ia menjelaskan, pola penjangkauan tersebut dilakukan agar program Sekolah Rakyat benar-benar diterima oleh anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan berkualitas.

405 Siswa Ikuti MPLS di Sekolah Berasrama

Pada tahun ajaran baru ini, sebanyak 405 siswa mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Permanen Gresik.

Jumlah tersebut terdiri dari siswa jenjang SD, SMP, dan SMA, termasuk peserta dari program SRMA serta 60 siswa dari Kabupaten Lamongan.

Rinciannya, 90 siswa jenjang SD, 90 siswa jenjang SMP, 90 siswa jenjang SMA, 75 siswa SRMA, serta 60 siswa asal Lamongan.

"Terima kasih kepada Bupati Gresik. Meski pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi belum rampung 100 persen, namun sudah bisa ditempati dan memenuhi kuota masing-masing jenjang," ujar Gus Ipul.
Sebelum memasuki kegiatan belajar mengajar secara penuh, para siswa mengikuti MPLS untuk mengenal lingkungan sekolah, sistem pembelajaran, hingga pola kehidupan sebagai siswa sekolah berasrama.

Libatkan Taruna TNI dan Akpol Bentuk Karakter Siswa
Dalam pelaksanaan MPLS tahun ini, Sekolah Rakyat juga mendapat pendampingan melalui Program Taruna Bhakti yang melibatkan taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian (Akpol).

Lebih dari 1.000 taruna terpilih mengikuti program tersebut. Setiap titik Sekolah Rakyat mendapat pendampingan lima taruna selama lima hari.

Gus Ipul mengatakan kehadiran para taruna bertujuan membangun karakter, melatih kedisiplinan, serta menjadi contoh bagi para siswa.

"Penempatan taruna Akademi TNI dan Akpol melalui Program Taruna Bhakti bertujuan membangun fondasi karakter, melatih kemandirian, serta menjadi teladan bagi siswa Sekolah Rakyat selama MPLS," jelasnya.
Program Putus Mata Rantai Kemiskinan
Gus Ipul menyebut Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan.

"Sekolah Rakyat dimulai sejak 2025 dengan beroperasinya sekolah rintisan di 166 lokasi dengan sekitar 15 ribu siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Anak-anak yang sebelumnya kehilangan harapan kini memiliki kesempatan meraih impian dan cita-citanya," katanya.
Gresik Targetkan Generasi Unggul Berkarakter
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan keberadaan Sekolah Rakyat menjadi bukti hadirnya negara dalam memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Menurutnya, sekolah berasrama gratis ini menjadi peluang besar bagi siswa untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.

"Sekolah Rakyat memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga yang belum beruntung, termasuk keluarga miskin ekstrem, untuk belajar dan memiliki peluang menjadi orang sukses di masa depan," ujar Gus Yani.
Ia menambahkan, Pemkab Gresik akan terus mendukung program tersebut agar mampu melahirkan generasi unggul dengan karakter kuat.

"Alhamdulillah ada 405 siswa yang sudah berjalan. Melalui sekolah berasrama gratis ini, kami ingin melahirkan generasi unggul yang berkarakter kuat. Kurikulum nasional akan dipadukan dengan kearifan lokal yang religius agar para siswa siap menghadapi masa depan," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.