TRIBUNNEWS.COM - Kebahagiaan mendalam dirasakan oleh Sonijan (68) atau Mbah Jan, seorang tukang bangunan senior di Lampung. Perantau asal Jawa yang telah mengabdi selama 51 tahun ini tidak pernah menyangka bisa memiliki rumah baru yang kokoh di masa tuanya.
Impian ini terwujud melalui program Bangun Rumah Tukangku dari PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Semen Tiga Roda). Kampanye ini bertujuan mendobrak ironi para tukang yang menghabiskan hidupnya membangun rumah impian untuk orang lain, namun huniannya sendiri justru kurang layak.
Di desanya, Mbah Jan dikenal sangat ikhlas membantu merenovasi rumah warga dengan upah seikhlasnya. Ia bahkan memilih menggunakan uang kiriman anaknya yang bekerja sebagai TKI murni untuk membangun rumah sang anak terlebih dahulu, sementara ia dan istri tetap bertahan di rumahnya yang banyak kerusakan.
Melihat ketulusan tersebut, seorang tetangga merekomendasikan Mbah Jan hingga rumahnya kini ditransformasi total menjadi hunian permanen yang aman dan nyaman.
"Setiap bangun rumah orang, saya sholawatin. Alhamdulillah dikabulin," ujar Mbah Jan dengan haru saat serah terima rumah.
Baca juga: Rumah Layak, Keluarga Sejahtera
Kisah serupa juga dialami Pak Herwanto, tukang bangunan asal Palembang yang direkomendasikan oleh Annisa (27) melalui konten yang ia buat.
"Alhamdulillah, melalui konten yang saya buat, impian Pak Herwanto untuk memiliki rumah layak akhirnya bisa terwujud. Saya yakin, jika program Bangun Rumah Tukangku ini mencari sosok yang bekerja dengan ketulusan dan hati, maka beliau memang sudah pantas menjadi pemenang sejak awal," ujar Annisa.
Troy D. Soputro, Direktur Indocement menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari rasa hormat kepada para pekerja konstruksi Indonesia.
"Ini adalah bentuk rasa terima kasih kami kepada para pahlawan konstruksi Indonesia, yaitu tukang bangunan. Kami ingin mewujudkan harapan mereka agar bisa merasakan kenyamanan tinggal di rumah milik sendiri, setelah bertahun-tahun membangun rumah untuk orang lain," ujarnya.
Kampanye sosial ini turut menarik perhatian presenter ternama, Daniel Mananta. Sebagai figur publik di luar brand yang mengagumi gerakan ini, Daniel menyampaikan opininya, "Semen Tiga Roda tidak hanya hadir dalam setiap bangunan, tapi hadir di setiap cerita yang terus berdiri kokoh untuk selamanya."
Ia juga menambahkan, "Momen ini jadi pengingat buat saya, dan mudah-mudahan buat kalian juga, supaya gak lupa sama orang-orang di sekitar kita, bahwa mereka juga layak punya tempat tinggal yang bersih, aman, dan nyaman."
Berkat kolaborasi nyata bersama banyak pihak ini, para tukang bangunan seperti Mbah Sonijan dan Pak Herwanto kini dapat menjalani hidup dengan lebih tenang, tanpa perlu lagi khawatir akan atap yang bocor atau dinding yang lapuk dimakan usia.
Baca juga: Pimpinan DPR: Rumah Layak Harus Jadi Prioritas Program Pemerintah