Sempat Sulit Diakses, Ketua Koperasi Merah Putih Cianjur Datangi Langsung Pengelola SPPG
Glery Lazuardi August 03, 2026 06:37 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Koperasi Desa Merah Putih Sukasari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Isman Muslim, mengaku sempat mengalami kesulitan menjalin komunikasi dengan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

Karena itu, ia memilih mendatangi langsung pihak pengelola agar pelaku UMKM binaan koperasi mendapat kesempatan menjadi pemasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal tersebut disampaikan Isman saat Koperasi Desa Merah Putih Sukasari bersama Komunitas Rakyat Bicara Tiga (Kobra-3) menggelar sarasehan yang dihadiri anggota koperasi dan masyarakat setempat, Senin (3/8). 

Kegiatan tersebut juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian minyak goreng satu liter, diskusi mengenai manfaat koperasi, serta penandatanganan petisi berisi aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat.

"Kegiatan ini masih dalam rangka memperingati Hari Koperasi Indonesia. Selain sarasehan, kami mengadakan cek kesehatan gratis, membagikan minyak goreng, dan mengumpulkan kritik serta saran masyarakat melalui petisi yang nantinya menjadi masukan bagi pemerintah pusat," ujar Isman.

Baca juga: Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana Bahas Koperasi Merah Putih, Purbaya: Bawa Bahan aja yang Banyak

Ia mengatakan, jumlah anggota Koperasi Desa Merah Putih Sukasari kini telah mencapai sekitar 500 orang. Salah satu anggotanya yang bergerak di bidang usaha tempe berhasil menjadi pemasok kebutuhan SPPG setelah koperasi melakukan komunikasi secara langsung dengan pihak terkait.

"Awalnya SPPG cukup sulit diakses dan kurang terbuka. Karena itu saya mendatangi langsung pihak SPPG dan menyampaikan secara persuasif berdasarkan aturan yang ada. Alhamdulillah, akhirnya anggota UMKM kami diberi kesempatan menjadi pemasok. Kalau tidak diperjuangkan, bisa saja masyarakat sekitar tidak ikut merasakan manfaat hadirnya SPPG," kata Isman.

Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi contoh bagi koperasi desa lainnya agar aktif memperjuangkan keterlibatan pelaku UMKM lokal dalam berbagai program pemerintah.

Di sisi lain, Isman berharap Kementerian Koperasi segera merealisasikan operasional penuh Koperasi Desa Merah Putih agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

"Saat ini baru ada bangunan gerai, tetapi belum tersedia barang-barang maupun layanan yang diharapkan. Warga sudah banyak yang bertanya dan berharap koperasi segera beroperasi, termasuk agar bisa mengakses permodalan usaha," ujarnya.

 

Sementara itu, anggota koperasi sekaligus pelaku usaha tempe, Eki, mengaku merasakan dampak positif dari Program Makan Bergizi Gratis. Ia menyebut omzet usahanya meningkat hingga sekitar 70 persen setelah menjadi pemasok kebutuhan program tersebut.

"Program MBG sangat membantu usaha kami. Dulu saya bekerja sendiri, sekarang sudah merekrut tiga karyawan karena omzet meningkat sekitar 70 persen. Saya berharap program ini terus berlanjut karena manfaatnya benar-benar dirasakan pelaku UMKM," kata Eki.

Dalam kegiatan tersebut, anggota Koperasi Desa Merah Putih Sukasari bersama warga juga menandatangani petisi pada spanduk yang disediakan panitia sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada pemerintah pusat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.