Pemerintah Distribusikan 5,5 Juta Buku ke 24,6 Ribu Sekolah, Anggaran Capai Rp 40 M
GH News August 03, 2026 07:09 PM
Jakarta -

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Bahasa mendistribusikan 5,5 juta buku bacaan bermutu ke puluhan ribu sekolah di 38 provinsi. Mendikdasmen, Abdul Mu'ti mengatakan pendistribusian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi anak-anak.

"Peluncuran 5,5 juta buku bahan bacaan, kemudian juga berbagai bahan belajar. Tadi disebutkan ada audiobook, ada digital book, ada video book, yang itu semua menjadi satu kesatuan yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dikdasmen melalui Badan Bahasa untuk meningkatkan literasi bagi anak-anak kita," ucapnya, seperti dikutip dari unggahan Instagram @kemendikdasmen, Senin (3/8/2026).

Menteri Mu'ti melakukan pendistribusian buku secara simbolis di Kudus, Jawa Tengah, pada Jumat (31/7/2026) lalu.

24,6 Ribu Sekolah Jadi Penerima Manfaat

Menurut data Kemendikdasmen, total buku bacaan bermutu yang didistribusikan mencapai 5.538.300 eksemplar. Buku ini dikirim ke 510 kabupaten/kota di 38 provinsi dengan rincian:

- 18.444 SD: 3.688.800 eksemplar

- 6.165 SMP: 1.849.500 eksemplar

Salah satu sekolah penerima manfaatnya yakni SLB Negeri Purwosari, Kudus, Jawa Tengah. Salah satu murid SLB Negeri Purwosari, Hidayat Wahyu Pradana, mengatakan bahwa ia senang sekolahnya bisa menerima buku-buku bacaan yang bermutu.

Ia berharap buku tersebut bisa bermanfaat bagi dia dan teman-temannya.

"Senang dan pastinya bermanfaat bagi murid-murid ke depannya. Semoga bisa menjadi wadah untuk murid-murid bisa memanfaatkan buku itu dengan baik dan juga bisa menjadi yang lebih baik untuk masa depan negara dan juga untuk masa depan anak-anak dan juga teman-teman nanti di masa depan," katanya.

Didukung Anggaran Sebesar Rp 40,66 Miliar

Menteri Mu'ti mengatakan bahwa program distribusi buku bacaan bermutu didukung anggaran sebesar Rp 40,66 miliar. Program ini, katanya, merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar anak-anak Indonesia terbiasa membaca buku dan menulis.

Mu'ti berharap adanya buku-buku bacaan bermutu di sekolah bisa meningkatkan kemampuan dasar peserta didik, mulai dari membaca, menulis, hingga berhitung, sekaligus memperkuat kompetensi dasar lainnya.

"Program ini merupakan bagian dari komitmen Kemendikdasmen dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua sebagai implementasi Asta Cita keempat serta ikhtiar bersama menyiapkan Generasi Emas Indonesia yang cerdas dan berdaya saing," ujarnya, dikutip Antara.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menekankan bahwa program ini menjadi salah satu perwujudan dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Kegiatan ini tentu menjadi momentum yang sangat penting sebagai sebuah langkah untuk menjalankan amanah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa," tuturnya.

Fahri Zulfikar
Jurnalis detikcom. Bergabung dengan detikcom sejak 2019. Aktif meliput isu-isu pendidikan, iklim, riset & analisis, konten seputar Gen Z serta menyukai dunia sepak bola. Kini jadi penulis buku.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.