Wali Kota Ambon Pastikan Program Transmigrasi Lokal : Pertimbangkan Kesiapan Masyarakat
Mesya Marasabessy August 03, 2026 08:48 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena menyatakan dukungan terhadap program transmigrasi lokal (translok) dengan tetap mempertimbangkan kesiapan masyarakat.

Program ini bertujuan membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru, mengurai kepadatan penduduk dari perkotaan ke pedesaan untuk pemerataan wilayah.

Meski begitu, ia mengakui program ini mempunyai dampak yang positif membantu pemerataan wilayah, namun perlu berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya, terutama warga.

“Sampai hari ini kami belum berkoordinasi. Kami ini kan tergantung masyarakat. Kita lihat daya dukung kota ambon memang semakin kurang,” katanya usai menghadiri kegiatan peletakan batu pertama kantor BPD Gereja Bethel Indonesia di Passo, Senin (3/8/2026).

Bodewin juga mengakui kondisi pertumbuhunan ekonomi kota berkurang seiring pertambahan jumlah penduduk.

Namun disisi lain, pemerintah punya andil dalam mensejahterakan warganya melalui peluang lapangan pekerjaan di kawasan yang lain. 

Karena itu Wattimena memastikan harus ada koordinasi lebih lanjut dengan dinas terkait.

“Nanti koordinasi lagi, apa persyaratannya, misalnya untuk desa atau transmigrasi sesuai keinginan. Nanti kami lihat karena kita belum berkoordinasi soal itu,” lanjutnya.

Baca juga: 280 Hektare Lahan Terbakar di Kota Bula, Dinas Kehutanan Minta Warga Stop Bakar Lahan

Baca juga: Hasil Audit Korupsi PT Dok Waiame Diserahkan ke Kejari Ambon, Tersangka Segera Diumumkan

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Maluku, Muhamad Rizal Latuconsina pada kesempatan terpisah menegaskan translok juga untuk perpindahan kesejahteraan.

Tujuannya untuk mengurangi kepadatan pada beberapa wilayah padat di Maluku. salah satunya di Kota Ambon.

Ada beberapa wilayah dan fokus transmigrasi. Seperti di kawasan PSN Blok Masela Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Pulau Buru maupun di Seram Utara Pulau Seram. 

Latuconsina menyatakan upaya tersebut didukung dengan kajian mendalam dengan melibatkan tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB). 

Tim ITB telah melakukan kajian di Maluku terkait potensi pengembangan kawasan transmigrasi.

“Kota Ambon dan beberapa desa adat sudah sangat padat. Maluku juga bukan pulau besar seperti halnya Sumatera, Kalimantan dan Papua. Program transmigrasi yang paling rasional adalah penguatan transmigrasi lokal karena itu juga bagian dari program strategis kementerian transmigrasi," ungkapnya. 

Diketahui, Transmigrasi lokal adalah salah satu program prioritas nasional di bawah Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia. 

Fokus utama program ini untuk membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru, mengurai kepadatan penduduk perkotaan serta meningkatkan kesejahteraan warga melalui pemanfaatan potensi wilayah lokal tanpa harus memindahkan penduduk antarprovinsi jauh.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.