Perkuat Ekosistem Peternakan Telur, Pemprov Lampung Gandeng Pinsar
Daniel Tri Hardanto August 03, 2026 09:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar lampung – Pemerintah Provinsi Lampung bersama Persatuan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Petelur Nasional (PPN) Lampung memperkuat kolaborasi untuk membangun ekosistem peternakan telur yang berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak lokal.

Baca juga: Reaksi Peternak Lampung Tengah HET Telur Rp 24 Ribu per Kg

Komitmen tersebut dibahas dalam Rapat Penguatan Ekosistem Peternak Telur dan Kemandirian Pangan bersama PPN Lampung yang digelar di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Senin (3/8/2026).

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengatakan penguatan sektor peternakan telur harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan produksi, distribusi hingga perluasan akses pasar.

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk menciptakan tata kelola usaha peternakan yang lebih baik sekaligus memberikan kepastian bagi keberlangsungan usaha para peternak.

"Penguatan ekosistem peternakan telur harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari produksi, distribusi hingga akses pasar agar usaha peternak semakin kuat dan berkelanjutan," ujar Mirza.

Ia menjelaskan, penguatan ekosistem tersebut juga bertujuan memastikan ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat melalui pengelolaan produksi dan distribusi telur yang efektif.

Dalam pertemuan itu, salah satu pembahasan utama adalah optimalisasi penyerapan produksi telur dari peternak lokal melalui berbagai program pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dengan skema tersebut, UMKM peternak telur di Lampung diharapkan memiliki peluang lebih besar menjadi bagian dari rantai pasok penyediaan telur untuk program MBG.

Selain itu, Pemprov Lampung juga memberi perhatian terhadap upaya menjaga stabilitas harga pakan maupun harga telur di tingkat peternak.

"Stabilitas harga menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas, kepastian usaha, dan meningkatkan daya saing peternak telur di Lampung," katanya.

Pemprov Lampung juga mendorong peningkatan konsumsi telur sebagai salah satu sumber protein hewani guna memperbaiki kualitas gizi masyarakat sekaligus memperluas penyerapan hasil produksi peternak lokal.

Tak hanya itu, peluang hilirisasi produk melalui pengembangan industri pengolahan tepung telur turut menjadi pembahasan dalam rapat tersebut.

Pengembangan industri hilir dinilai mampu meningkatkan nilai tambah komoditas telur, membuka peluang usaha baru, sekaligus memperkuat daya saing sektor peternakan di Lampung.

Melalui sinergi antara Pemprov Lampung, PPN Lampung, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, diharapkan ekosistem peternakan telur di Provinsi Lampung semakin kuat, berkelanjutan, serta mampu mendukung ketahanan pangan daerah.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.