Harga Melandai, Indonesia Masih Jadi Pasar Emas Terkuat Dunia
Vito August 03, 2026 10:56 PM

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA – Indonesia mempertahankan posisinya sebagai satu pasar investasi emas terkuat di dunia pada kuartal II/2026. 

Di tengah melandainya harga emas global, permintaan emas batangan dan koin di Tanah Air justru meningkat 40 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 15 ton. 

Laporan Gold Demand Trends Q2 2026 yang dirilis World Gold Council (WGC) mencatat, permintaan investasi emas di Indonesia tetap kuat ketika tren investasi global mulai melambat. 

Secara global, total permintaan emas pada kuartal II/2026 relatif stagnan di level 1.269 ton. Namun, sepanjang semester I/2026, permintaan emas dunia masih tumbuh 2 persen secara tahunan menjadi sekitar 2.522 ton, dengan nilai mencapai 380 miliar dollar AS atau sekitar Rp 6.840 triliun (kurs Rp 18.000 per dollar AS). 

Head of Asia-Pacific (ex-China) sekaligus Global Head of Central Banks WGC, Shaokai Fan mengatakan, Indonesia kembali menjadi satu pasar investasi emas dengan kinerja terbaik secara global. 

"Indonesia kembali menjadi salah satu pasar emas dengan kinerja investasi terkuat secara global pada kuartal kedua. Permintaan emas batangan dan koin melonjak hingga 40 persen (yoy), meskipun kenaikan harga emas melandai. Ketahanan permintaan ini mencerminkan adanya pergeseran perilaku investor," katanya, dalam keterangan tertulis, akhir pekan lalu. 

"Alih-alih sekadar merespons fluktuasi harga jangka pendek, semakin banyak investor di Indonesia yang memandang emas sebagai aset strategis untuk jangka panjang, terutama di tengah berlanjutnya pelemahan rupiah dan ketidakpastian prospek ekonomi domestik," sambungnya. 

Menurut dia, berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah serta kekhawatiran terhadap prospek ekonomi domestik mendorong masyarakat menjadikan emas sebagai aset pelindung nilai (safe haven). 

Selain itu, Shaokai menilai, peluncuran roadmap Pengembangan dan Penguatan Kegiatan Usaha dan Ekosistem Bulion oleh pemerintah dinilai akan memperkuat ekosistem bulion nasional, sekaligus mendukung pengembangan sektor hilir emas. Kebijakan itupun akan semakin memperluas basis investor emas di Indonesia. 

"Peluncuran Bullion Ecosystem Development Roadmap Indonesia juga mencerminkan semakin besarnya pengakuan terhadap peran strategis emas dalam sistem keuangan nasional," ucapnya. 

"Ke depan, kami memperkirakan bahwa inisiatif ini, yang didukung oleh kuatnya fundamental investasi jangka panjang, akan mendorong partisipasi investor secara lebih luas, sekaligus membuka akses ke beragam produk investasi emas," tambahnya. (Kompas.com/Yohana Artha Uly)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.