TRIBUNBANTEN.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pada Senin (3/8/2026) di zona merah setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi.
Meski pelemahannya tipis, aksi jual investor asing masih membayangi pergerakan pasar saham domestik.
Berdasarkan data perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup turun 1,63 poin atau 0,03 persen ke level 6.234,50.
Baca juga: 3 WNA China Berhasil Dievakuasi dari Kebakaran Gedung di PIK 2 Tangerang, Sempat Terjebak Asap Tebal
Selama perdagangan, investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp708 miliar di seluruh pasar. Di pasar reguler, nilai net sell mencapai Rp758,71 miliar, sementara di pasar tunai dan negosiasi justru terjadi beli bersih (net buy) senilai Rp50,72 miliar.
Saham Paling Banyak Dibeli Investor Asing
Di tengah aksi jual bersih, sejumlah saham berkapitalisasi besar masih menjadi incaran investor asing. Tiga emiten dengan nilai pembelian bersih tertinggi, yakni:
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM): Rp118,7 miliar
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp78,3 miliar
PT Gudang Garam Tbk (GGRM): Rp38,2 miliar
Saham yang Paling Banyak Dijual Asing
Sementara itu, aksi jual terbesar investor asing tercatat pada saham-saham berikut:
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Rp191,9 miliar
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp91,1 miliar
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Rp88,4 miliar
Top Gainers LQ45
Sejumlah saham dalam indeks LQ45 berhasil mencatatkan kenaikan signifikan pada perdagangan hari ini. Tiga saham dengan penguatan tertinggi adalah:
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) naik 21,86 persen.
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) menguat 4,47 persen.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) bertambah 4,39 persen.
Top Losers LQ45
Di sisi lain, beberapa saham mengalami tekanan cukup dalam, yaitu:
PT Indika Energy Tbk (INDY) turun 11,03 persen.
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) melemah 3,95 persen.
PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) terkoreksi 2,88 persen.
Delapan Sektor Melemah
Pelemahan IHSG dipicu oleh mayoritas sektor yang ditutup di zona merah. Sektor teknologi menjadi penekan terbesar setelah turun 1,52 persen.
Selain itu, sektor properti dan real estat melemah 0,77 persen, disusul sektor energi 0,76 persen, sektor perindustrian 0,54 persen, sektor keuangan 0,32 persen, sektor infrastruktur 0,12 persen, sektor barang konsumsi primer 0,08 persen, serta sektor transportasi dan logistik 0,04 persen.
Meski demikian, tiga sektor masih mampu bertahan di zona hijau. Sektor barang konsumsi nonprimer mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,64 persen, diikuti sektor kesehatan yang naik 1,26 persen, serta sektor barang baku yang menguat 0,50 persen.
Nilai Transaksi Tembus Rp14,38 Triliun
Aktivitas perdagangan di BEI berlangsung cukup ramai dengan total volume transaksi mencapai 38,78 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp14,38 triliun.
Sebanyak 348 saham ditutup melemah, 292 saham menguat, sedangkan 150 saham lainnya bergerak stagnan.
Secara mingguan, IHSG masih membukukan kenaikan sebesar 0,79 persen. Namun, jika dihitung sejak awal 2026, indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut masih terkoreksi 27,90 persen.