Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto
TRIBUNFLORES.COM,MAUMERE- Setelah bertahun-tahun menjalankan misi pelayanan di Vatikan, Roma, Pater Markus Solo Kewuta, SVD akhirnya kembali ke kampung halamannya di Desa Persiapan Lewouran, Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin 3 Agustus 2026.
Pater Markus Solo Kewuta SVD membawa Relikwi (Peninggalan Kudus) Suci Santo Petrus Rasul Dari Takta Suci Vatikan ke Kampung Lewouran, kehadirannya disambut umat Paroki St, Yosep Lewotobi pada umumnya dan Umat stasi St Petrus Lewouran di pintu masuk Desa Persiapan Lewouran.
Umat Katolik kemudian berlutut di tengah jalan untuk menyambut kehadiran Relikwi Suci Santo Petrus Rasul Dari Takta Suci Vatikan berupa segumpal tanah dari Makam Santo Petrus dan pecahan batu dari Pintu Suci Basilika Santo Petrus Vatikan.
Umat bersyukur kepada Tuhan, sang Penyelenggara sehingga Relikwi Suci Santo Petrus Rasul Dari Takta Suci Vatikan tiba di Kampung Lewouran melalui tangan terurap Pater Markus Solo Kwuta, SVD.
Baca juga: Pater Markus Solo Kewuta SVD Pulang Kampung ke Lewouran, Disambut Meriah Umat Katolik Flores Timur
Kehadiran Relikwi Suci Santo Petrus Rasul Dari Takta Suci Vatikan ini kemudian disambut dengan tata cara tradisi kampung Lewouran melalui sapaan adat dan ritus-ritus lewotanah Lewouran.
Dalam sambutannya, Pater Markus Solo Kewuta, SVD, mengatakan mempunyai kerinduan untuk kembali kampung dan membawa sesuatu yang belum ada sebelumnya dan harus memiliki sebuah makna yang luar biasa.
Dikatakannya, Setelah berkonsultasi dengan seorang Kardinal di Basilika Santo Petrus,
Ia lalu menulis sebuah surat resmi, setelah itu, Ia lalu dihubungi oleh Vatikan bahwa akan diserahkan dua jenis Relikwi (Peninggalan Kudus) berupa sebuah pecahan batu dari pintu kudus dari Basilika Santo Petrus Vatikan.
Lalu Relikwi (Peninggalan Kudus) yang kedua, Segumpal tanah dari kubur Santo Petrus yang diambil dari kuburnya di Basilika Santo Petrus Vatikan.
Relikwi (Peninggalan Kudus) yang dibawa Pater Markus Solo Kewuta, SVD ke kampung Lewouran merupakan Relikwi tingkat tiga
Sebuah pecahan batu dari pintu kudus dari Basilika Santo Petrus Vatikan dan segumpal tanah dari kubur Santo Petrus yang dibawa ke kampung Lewouran ini sebagai bentuk keterikatan Vatikan dan Lewouran.
"Saya tahu persis bahwa, 25 tahun yang lalu, membangun dan memberkati Gereja Santo Petrus Lewouran, saya memikirkan, kalau kembali ke kampung, saya sebaiknya membawa sesuatu yang belum ada sebelumnya, harus memiliki sebuah makna yang luar biasa, sehingga saya bawa 2 jenis Relikwi, Ini belum pernah ada di Indonesia,ini hanya ada di Indonesia, "Jelasnya.
Relikwi Suci Santo Petrus Rasul Dari Takta Suci Vatikan ini kemudian diarak umat menuju kediaman Pater Markus Solo Kewuta, SVD, selanjutnya akan di taktakan di dalam Gereja Stasi Santo Petrus Lewouran. (awk)