Langkah BBWS Antisipasi Kekeringan di Lampung Saat Puncak Kemarau
Noval Andriansyah August 04, 2026 12:19 AM

Tribunlampung.co.id, Bandar LampungAncaman kekeringan mulai membayangi wilayah Provinsi Lampung seiring memasukinya puncak musim kemarau pada Agustus 2026.

Baca juga: 2 Bendungan di Lampung Berpotensi Defisit Air Saat Puncak Kemarau 2026, BBWS Siapkan Mitigasi

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung menyiapkan sederet strategi siaga guna mengantisipasi krisis air pertanian dan air baku.

Berdasarkan pemetaan terhadap lima bendungan utama, dua bendungan di Kabupaten Lampung Timur kini berstatus waspada defisit air jika hujan tak kunjung turun.

Dua infrastruktur tersebut yakni Bendungan Way Jepara yang diproyeksi kekurangan 15,48 juta meter kubik air, serta Bendungan Margatiga yang terancam defisit hingga 21,22 juta meter kubik.

Penurunan Luas Layanan Irigasi Sawah

Dampak dari penurunan debit air di dua bendungan tersebut berpotensi memangkas luas area irigasi sawah secara signifikan.

Layanan irigasi Bendungan Way Jepara yang semula mencakup 2.916 hektare diprediksi merosot tinggal 1.757 hektare. Sementara pasokan Bendungan Margatiga untuk Daerah Irigasi Jabung Kiri hanya mampu melayani 2.004 hektare dari total potensi 3.600 hektare lahan.

Meski demikian, Bendungan Batutegi masih menjadi penyelamat utama dengan cadangan air mencapai 379,49 juta meter kubik untuk menopang kebutuhan irigasi dan pasokan air baku di Bandar Lampung, Metro, hingga Pringsewu.

Operasikan 115 Sumur Bor hingga Wacana Hujan Buatan

Guna menanggulangi dampak kekeringan yang kian meluas, BBWS Mesuji Sekampung langsung mengambil langkah taktis di lapangan dengan mengaktifkan sumber air alternatif.

"Kami mengoperasikan 115 unit sumur bor dengan kapasitas total 217,95 liter per detik. Infrastruktur ini mampu mengairi lebih dari 2.000 hektare lahan pertanian rawan kekeringan," rilis pihak BBWS Mesuji Sekampung, Senin (3/8/2026).

Selain pengoperasian sumur bor, pemerintah juga menyiagakan pompa air cadangan di kawasan rawan serta mengusulkan penambahan titik sumur bor baru.

Jika kondisi air bendungan terus menyusut ke tingkat kritis, BBWS siap berkoordinasi untuk menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau pembuatan hujan buatan demi menjaga ketahanan pangan di Lampung.

( Tribunlampung.co.id / Hurri Agusto )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.