Laporan Wartawan TribunJatim.com, David Yohanes
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Satu korban meninggal dunia terbakarnya KMP Mutiara Sentosa 2, Sari Sukoco (39), tiba di rumah duka, Senin (3/8/2026), pukul 21.09 WIB.
Jenazah Sari dibawa ambulans BPBD Provinsi Jawa Timur ke rumahnya, di Perumahan Mutiara Alam Regency, Kelurahan Tertek, Kecamatan Tulungagung.
Baca juga: Masuk Agustus, Harga Minyakita Tembus Rp22 Ribu di Surabaya, BHS Minta Bapanas Turunkan Sesuai HET
Peti jenazah Sari diterima keluarganya bersama untuk disemayamkan sebentar.
Keluarga sempat melakukan ibadah penghiburan, lalu peti jenazah kembali dimasukkan ke dalam ambulans BPBD pukul 21.41 WIB.
Jenazah lalu dibawa ke rumah asalnya di Jalan Kawi Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung.
Dari rumah ini, jenazah Sari akan dimakamkan.
Sari adalah salah satu sopir truk ekspedisi yang memarkir kendaraannya di dek 2 KMP Mutiara Sentosa 2.
Menurut kernetnya, Bambang Susilo (36), truk ini membawa cold storage dari perusahaan yang ada di Jakarta, dibawa menuju Makassar.
Warga Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, ini mengaku sudah bekerja bersama Sari selama 8 tahun.
Mereka sering mengirimkan barang lintas pulau, termasuk ke Sulawesi.
"Kami menunggu kapal selama seminggu. Dari Jakarta kami sempat pulang dulu menunggu keberangkatan kapal," ucap Bambang.
Sari dan Bambang antre di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sejak Jumat (31/7/2026), dan baru masuk ke kapal Sabtu, sekitar pukul 12.00 WIB.
Saat itu Bambang dan Sari bersama 4 kru lain dari 2 truk berbeda, semua dari Wonosobo, Jawa Tengah.
Dari enam orang tim ekspedisi perusahaan yang sama, hanya Sari yang meninggal dunia.
Mereka sempat berkumpul di dek depan kapal.
"Dia bareng-bareng sama saya. Cuma waktu saya ajak terjun ke laut, beliau bilang nanti-nanti saja," kenang Bambang.
Bambang memutuskan terjun karena sudah merasakan panas dari api yang membakar kapal.
Lantai kapal yang dipijaknya juga sudah mulai terasa panas.
"Saya akhirnya pamit, loncat duluan. Beliau hanya tersenyum dan mengangguk," katanya.
Bambang mengenal Sari sebagai sosok yang rekan kerja yang asyik.
Sari yang masih bujang, mengaku akan menikah di tahun 2026 ini.
Bambang mengaku tidak tahu apa yang terjadi dengan Sari, ia hanya berkeyakinan rekannya ditolong oleh kapal lain.
Bambang juga tidak bisa berkomunikasi dengan keluarga, karena telepon genggamnya rusak.
Ternyata kabar kematian Sari lebih dulu diketahui pihak keluarganya.
"Begitu saya sudah di Surabaya, dibawa ke hotel. Ternyata keluarga saya datang ke sana, padahal saya tidak memberi tahu," ungkap Bambang.
Keluarga diberi tahu kabar oleh pusat informasi Basarnas.
Bambang baru diberi tahu jika Sari tidak selamat saat dia sudah di Surabaya.
Ia sempat mendapat kabar jenazah Sari dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya.
"Saya sempat menunggu di rumah sakit, ternyata yang tiba jenazah lain. Akhirnya saya pulang ke Tulungagung," katanya.
Setelah kejadian ini, Bambang mengaku mengalami trauma.
Namun ia mengaku sepertinya belum akan meninggalkan dunia ekspedisi barang.