Pesan Gus Ipul pada Warga Nahdliyin : Jangan Percaya Hoaks Soal Muktamar dan Konflik PBNU
Titis Jati Permata August 04, 2026 09:32 AM

 


SURYA.co.id, JOMBANG – Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengingatkan warga Nahdliyin agar lebih selektif menerima informasi yang beredar di media sosial.

Ia menegaskan, berbagai isu mengenai konflik internal hingga dokumen organisasi yang beredar tanpa kejelasan sumber tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Pesan tersebut disampaikan Gus Ipul saat meninjau kesiapan lokasi Muktamar ke-35 NU di Tower 7 MAN 3 Tambakberas, Jombang, Senin (3/8/2026).

Minta Warga NU Pegang Informasi Resmi

Menurut Gus Ipul, seluruh informasi mengenai pelaksanaan Muktamar seharusnya hanya mengacu pada kanal resmi PBNU.

Ia mengingatkan pengurus maupun warga NU agar tidak ikut menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.

Baca juga: 1.300 UMKM Ramaikan Bazar Muktamar NU, Pasar Malam Dibuka 20 Agustus 2026

Ia mengatakan, belakangan beredar sejumlah dokumen maupun surat keputusan yang tidak dilengkapi tanda tangan resmi. Dokumen seperti itu, kata dia, tidak bisa dijadikan acuan.

"Ikuti semua informasi yang resmi dari PBNU. Di luar sana banyak kabar yang simpang siur, termasuk dokumen atau surat keputusan yang tidak ditandatangani. Itu bukan informasi yang benar," tegasnya.

Bantah Isu Konflik dan Perebutan Tambang

Gus Ipul juga meluruskan berbagai isu yang berkembang di media sosial terkait dugaan konflik di tubuh PBNU, termasuk kabar mengenai perebutan kepentingan dalam pengelolaan tambang.

Ia memastikan narasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

"Tidak ada konflik tambang atau rebutan apa pun antara Ketua Umum dan Sekjen. Isu yang berkembang di media sosial seolah-olah ada perselisihan itu tidak benar. Faktanya, kami fokus bekerja menyiapkan Muktamar," katanya.

Persiapan Muktamar Berjalan Sesuai Mekanisme

Menurut Gus Ipul, saat ini seluruh jajaran PBNU tengah berkonsentrasi menyelesaikan berbagai persiapan, termasuk proses verifikasi peserta yang dilakukan sesuai aturan organisasi.

Ia menegaskan, setiap pengurus cabang maupun wilayah yang memenuhi syarat tetap memiliki hak mengikuti Muktamar.

PBNU, lanjutnya, hanya memastikan seluruh persyaratan administrasi dipenuhi sesuai ketentuan.

"Menjadi peserta adalah hak cabang dan wilayah yang memenuhi syarat. PBNU membantu jika ada kekurangan administrasi, tetapi seluruh proses harus sesuai mekanisme dan dokumennya harus sah. Alhamdulillah, sampai saat ini semuanya berjalan lancar dan tidak ada yang dipersulit," jelasnya.

Optimistis Muktamar Berlangsung Guyub

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Melihat perkembangan persiapan hingga saat ini, Gus Ipul optimistis forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut akan berlangsung lancar dengan semangat kebersamaan seluruh warga Nahdliyin.

"Kalau melihat kondisi sekarang, semuanya guyub. Kami menyambut Muktamar dengan semangat kebersamaan," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.