Api Lahap 280 Hektare Lahan di Bula, Musa Rumakat Ngaku Dishut Terbatas Personel Hingga Anggaran
Fandi Wattimena August 04, 2026 09:52 AM

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kehutanan Kabupaten SBT, Musa Rumakat mengakui dinas memiliki keterbatasan dalam menangani karhutla yang telah menghanguskan sekitar 280 hektare lahan di wilayah Bula.

Salah satunya yakni jumlah personil; hanya ada delapan personel, tak sebanding luasan wilayah terdampak.

"Jumlah personel kami di sini hanya sekitar delapan orang. Jadi kemampuan kami untuk mengatasi seluruh wilayah Bula memang terbatas," bebernya.

Selain kekurangan personel, minimnya dukungan anggaran operasional juga menjadi kendala dalam penanganan kebakaran.

"Kami juga tidak didukung dengan jumlah anggaran. Ini yang menjadi kendala kami saat ini," katanya.

Meski demikian, pihaknya tetap berupaya merespons setiap laporan kebakaran yang disampaikan masyarakat melalui Call Center 112.

Ia menjelaskan, petugas akan memprioritaskan pemadaman di lokasi yang mengancam permukiman warga, sementara kebakaran di kawasan hutan yang jauh kerap terkendala akses.

"Kalau sudah dekat permukiman tentu kami langsung bergerak. Tetapi kalau di kawasan hutan yang jauh, aksesnya sulit sehingga tidak semuanya bisa kami jangkau," lanjutnya.

Dirinya berharap masyarakat tidak lagi menggunakan api saat membuka lahan maupun melakukan aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran agar jumlah titik api di Kecamatan Bula dapat ditekan selama musim kemarau.

Sementara itu menyoal penyebab kebakaran, menurutnya lebih banyak dipicu oleh aktivitas manusia dibandingkan faktor alam.

Dijelaskan, awal kebakaran umumnya berada di lokasi yang dapat dijangkau kendaraan.

Api kemudian dengan cepat merambat ke kawasan semak belukar yang kering sehingga luas kebakaran terus bertambah.

"Api itu terbakar di area yang memang akses manusia ada. Mobil bisa lewat dan orang bisa masuk. Di situlah mulainya api muncul. Di situ ada semak belukar yang memang mudah terbakar. Itu yang menjadi penyebab kebakarannya bertambah luas," jelasnya.

"Kalau faktor alam pengaruhnya sangat kecil. Faktor manusia lebih banyak karena ada unsur kesengajaan ataupun kelalaian," tegasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.