Sosok Pendaki Perempuan Usia 51 Tahun Hilang di Gunung Piramid, Ini 2 Kasus Serupa Berujung Duka
Musahadah August 04, 2026 10:32 AM

 

SURYA.co.id, BONDOWOSO - Ini lah sosok pendaki perempuan yang hilang kontak (lost contact) di Gunung Piramid, Kelurahan/Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur pada Senin (3/8/2026)

Pendaki perempuan itu bernama Maliya Finda, usia 51 tahun asal Surabaya, Jawa Timur. 

Dari data di posko Kantor Kecamatan Curahdami, pendaki perempuan itu mendaki didampingi seorang pemandu lokal bernama Erfan (35), warga Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso.

Sementara itu, informasi dari Dusun Tegal Tengah, Desa Curahdami—yang menjadi basecamp awal pendakian—menyebutkan bahwa keduanya mulai mendaki sejak Minggu (2/8/2026) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Sebelum melakukan pendakian, keduanya sempat menitipkan satu unit sepeda motor Yamaha NMAX warna merah dengan nomor polisi P 2938 ES di rumah salah seorang warga setempat.

Baca juga: BREAKING NEWS Pendaki Asal Surabaya Hilang Kontak di Gunung Piramid Bondowoso

Kecurigaan mulai muncul lantaran hingga Senin (3/8/2026) sore pukul 17.30 WIB, sepeda motor tersebut tak kunjung diambil oleh pemiliknya.

Kapolsek Curahdami, AKP Muktamar membenarkan adanya peristiwa pendaki yang hilang kontak tersebut.

"Benar. Tadi malam sudah berangkat beberapa orang teman-teman dari APGI (Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia) naik ke Pos 1," ujar AKP Muktamar saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026).

Muktamar menjelaskan, tim awal tersebut bergerak untuk melakukan asesmen awal serta penyisiran terbatas di sepanjang rute dan jalur pendakian mengingat kondisi malam hari.

"Dari asesmen awal tersebut dapat menjadi rujukan bagi tim untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya," tandas Muktamar.

Thoriq Hilang 12 Hari, Ditemukan Sudah Meninggal 

Foto-foto terakhir Thoriq sebelum hilang dan ditemukan tak bernyawa di Gunung Piramid Bondowoso
Foto-foto terakhir Thoriq sebelum hilang dan ditemukan tak bernyawa di Gunung Piramid Bondowoso (Kolase instagram)

Kasus hilangnya pendaki di Gunung Piramid bukan kali pertama terjadi. 

Pada Juli 2019 silam, seorang pendaki Thoriq Rizki Maulidan dinyatakan hilang setelah turun dari mendaki Bukit Piramid, Gunung Argopuro pada 23 Juni 2019. 

Warga Desa Sukowiryo, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, itu kemudian ditemukan tewas, Jumat (5/7/2019).

Pungky Filzah Pranata, rekan Thoriq yang ikut mendaki bersama, menuturkan pada Jumat (21/6/2019), Thoriq bersama tiga rekan-rekan, yakni Pungky, Syafril, Rizki, janjian untuk mendaki.

"Saya yang janjian hari Jumat itu bareng mereka. Akhirnya setuju naik hari Minggu (23/6/2019)," kata Pungky.

Setelah sepakat untuk naik ke Bukit Piramid kawasan Gunung Argopuro, ketiga pelajar tersebut berangkat mendaki Minggu (23/6/2019).

"Kami berangkat pukul 07.00 dan tiba di tempat parkir motor sekitar pukul 07.30," kata dia.

Mereka berempat akhirnya memulai pendakian di Bukit Piramid, dan baru tiba di Pos Dua sekitar pukul 11.30.

"Perjalanan sekitar empat jam ke Pos Dua, itu pun sudah dengan istirahat," ungkap Pungky.

Setelah beristirahat, pukul 14.00 WIB mereka kembali melanjutkan pendakian.

"Kami tiba di Punggung Naga, jalur pendakian sekitar pukul 15.30 WIB. Lalu istirahat lagi," kata dia.

Dari empat remaja tersebut, hanya Syafril yang memilih istirahat di Punggung Naga lantaran kecapekan.

"Akhirnya saya, Rizki, dan Thoriq melanjutkan perjalanan ke puncak Bukit Piramid, dan tiba di sana (puncak) pukul 16.00 WIB," kata Pungky.

Cuaca yang saat itu sedang tidak bersahabat membuat tiga remaja ini memilih turun dari puncak Bukit Piramid.

"Paling sekitar 10 menit berada di atas dan akhirnya kami bertiga turun. Tadinya mau lihat sunset di atas puncak," kata dia.

Saat ketiganya turun, Thoriq berada paling depan, sedangkan Pungky di tengah, dan Rizki paling belakang.

"Saya saat itu masih melihat Thoriq ada di depan saya dan berjalan agak ngesot karena jalur yang curam. Saya turun dengan posisi merangkak membelakangi Thoriq," ujar dia.

Pungky baru menyadari Thoriq hilang saat akan tiba di bawah dan bertemu dengan Syafril.

"Saya kira Thoriq sudah tiba dulu karena dia di depan saya. Begitu saya tanya Syafril, katanya Thoriq belum tiba," ungkap Pungky, dengan tatapan sedih.

Akhirnya, Pungky bersama Syafril dan Rizki melakukan pencarian selama kurang lebih satu jam.

Akhirnya mereka melapor hingga proses pencaian dimulai dan endingnya Thoriq ditemukan sudah tidak bernyawa. 

Multazam Tewas Terpeleset di Tebing

Proses evakuasi pendaki Arik Multazam dari Gunung Piramid, Bondowoso.
Proses evakuasi pendaki Arik Multazam dari Gunung Piramid, Bondowoso. (dok.pos SAR Basarnas Jember/dok.surya)

Setelah Thoriq, pendaki  Multazam (18), pelajar SMA di Bondowoso, Jawa Timur, juga ditemukan meninggal dunia di Gunung Piramid pada 9 Agustus 2020. 

Sebelum ditemukan meninggal, Multazam  sempat dikabarkan terpeleset di tebing ke jurang sedalam 100 meter. 

Multazam mendaki bersama empat temannya pada Sabtu, 8 Agustus 2020 pukul 16.00 WIB dan sempat mendirikan tenda.

Pada Minggu, 9 Agustus 2020 sekitar pukul 08.00 WIB, korban bersama rekan-rekannya naik ke puncak untuk berfoto. Saat perjalanan turun, korban terpeleset di area punggung naga. 

Tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi tertelungkup di jurang lereng utara. Proses evakuasi memakan waktu hingga 9 jam karena medan yang sangat terjal dan ekstrem

Terbaru, pada Minggu kemarin (28/9/2025) seorang remaja ditemukan tergeletak di Pos 1 jalur pendakian Gunung Piramid.

Diketahui remaja itu mengalami dehidrasi dan berhasil diselamatkan saat komunitas motor trail melintas.

KPH Perhutani Pastikan Tak Pernah Buka Jalur Pendakian

KPH Perhutani Bondowoso menegaskan tak pernah membuka atau pun meresmikan jalur pendakian di Gunung Piramid, Gunung Saeng, dan Gunung Gul-Gulan.

Ketiga gunung ini merupakan rangkaian dari pegunungan Argopuro.

Administratur KPH Perhutani Bondowoso, Misbakhul Munir, menegaskan risiko pendakian di kawasan itu terbilang tinggi.

Baca juga: Pendaki Ditemukan Dehidrasi Di Pendakian Gunung Piramid Bondowoso, Larangan Penutupan Tidak Digubris

Jalur sempit dengan tebing curam di kanan-kiri menjadi ancaman para pendaki.

“Kami melarang untuk pendakian ke gunung tersebut  karena banyak insiden,” ujar Munir, dikonfirmasi Selasa (30/9/2025).

Munir menjelaskan, pihaknya bersama Muspika sudah memasang portal dan banner larangan.

"Namun, masih ada pendaki nekat naik," ucapnya.

Menurutnya, pengawasan di lokasi masih dilakukan sebatas patroli rutin petugas getah pinus.

Belum ada penjagaan khusus wisata karena memang statusnya belum resmi dibuka.

Namun demikian, Munir mengaku pada prinsipnya Perhutani mendukung jika memang ada investor, asosiasi pendaki, dan pemerintah daerah yang berkomitmen membangun skema wisata aman.

Dikonfirmasi terpisah Ketua Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Bondowoso, Fathorrahman Hidayah (Jangkar), menegaskan rekomendasi yang mereka keluarkan sejak 2021 jelas: Piramid hanya boleh dibuka jika dikelola secara profesional.

“Rekomendasi kai itu, dikelola secara profesional agar bisa mengurangi risiko,” imbuh Jangkar.

Jangkar menyebut pengelolaan profesional tak sekadar soal tiket atau registrasi.

Ada syarat teknis yang wajib dipenuhi, mulai dari kemampuan manajemen pendakian, keahlian teknikal dalam scrambling, perpaduan antara pendakian gunung dan panjat tebing, hingga pemasangan jalur pengaman dengan anchor sesuai standar SNI.

"Jalur pendakian itu harus tersambung dengan tali. Jadi kalau pendaki jatuh, dia masih terhubung dengan tali pengaman,” jelasnya.

Risiko pendakian Gunung Piramid dinilai jauh lebih tinggi dibandingkan Gunung Raung.

Jalurnya sempit, kanan-kiri jurang, dan bentuk segitiga terbuka membuat pendaki benar-benar tanpa hambatan bila terpeleset.

“Kalau Raung masih ada jalur lebar, kalau Piramid jatuh langsung blank. Lebih ekstrem Piramid,” tegasnya.

Meski demikian, potensi pariwisatanya diakui sangat besar.

Di media sosial, pemandangan dari puncak Gunung Piramid kerap viral meski statusnya resmi ditutup.

“Itu menggambarkan gunung yang punya potensi tinggi, tapi harus keluar dulu dari jebakan ilegal ini,” imbuhnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.