TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mahasiswi Universitas Negeri Makassar (UNM), Nurul Izza (24), menjadi korban terbakarnya KMP Mutiara Sentosa 02.
KMP Mutiara Sentosa 02 tebakar di Perairan Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026).
Kapal ini berlayar dari Surabaya menuju Makassar.
Nurul Izza bersama ibunya Sitti Fatimah (57) berada dalam KM Mutiara Sentosa 2.
Mahasiswi UNM itu melompat ke laut saat kepulan asap membumbung tinggi di atas dek kapal.
"Posisi saya sekarang di Pelabuhan Masa Lembu, Kepulauan Madura," kata Nurul Izza saat berkomunikasi lewat video call dengan keluarganya di Jl Sultan Abdullah 2, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (3/8/2026).
Nurul Izza bersedia berbagi cerita detik-detik terbakarnya kapal dan saat ia menyelamatkan diri.
Baca juga: 22 Vespa Komunitas Makassar Terbakar di KMP Mutiara Sentosa, Termasuk Milik Camat Tamalate
Saat kapal terbakar, semua penumpang dilanda kepanikan.
Dek atas kapal pun penuh sesak oleh penumpang yang panik dengan kemunculan asap hitam yang kian besar.
Saat kondisi kian mengkhawatirkan, Nurul Izza melompat ke laut dengan penumpang lainnya.
Sementara sang ibu masih tertinggal di dek atas karena takut dengan air.
"Saya tidak tau ibu saya. Waktu saya melompat, saya sudah tidak melihat ibu saya," ujar Nurul Izza dengan mata berkaca-kaca.
Nurul Izza mengaku terombang ambing di lautan selama tiga jam sebelum kepala penolong tiba mengevakuasinya.
"Pakai pelampung. Terus saya di laut, terombang-ambing tiga jam. Baru dapat (pertolongan)," ungkapnya.
Dalam proses evakuasi itu, terdapat 65 penumpang lainnya yang diangkut ke atas kapal penolong.
"Kira-kira 66. Satu yang meninggal. Tapi yang meninggal sudah dipindahkan ke kapal Mutiara Pelindo 1," ucapnya.
Nurul Izza mengaku naik ke Kapal Mutiara Sentosa 02 pada Sabtu (1/8/2026) pukul 20.00 Wita.
"Sudah maghrib kalau gak salah sekitar jam 8 (naik kapal). Terus kebakarannya itu pagi. Kalau bukan jam 7 ya jam 8," ujarnya.
Nurul Izza adalah mahasiswi Teknik Elektro Universitas Negeri Makassar (UNM).
Ia baru saja menyelesaikan magang di Taiwan.
Setelah magang satu tahun empat bulan di Negeri "Naga Kecil Asia" itu, ia pun pulang ke tanah air.
Mendengar kabar kepulangan sang anak, Siti Fatimah bergegas ke Jakarta menjemputnya 27 Juli 2026.
Di sana, Fatimah dan putrinya Izza menyempatkan liburan ke Bandung, Jawa Barat.
Dari Bandung, Izza dan ibunya melanjutkan perjalanan ke Surabaya Jawa Timur.
Di posko Pelabuhan Masa Lembu, Kepulauan Madura, Nurul Izza mengaku mendapat pelayanan kesehatan dan makanan yang cukup memadai.
Meski begitu, ia masih dirundung kegelisahan oleh kabar sang ibu yang belum diketahui.
Di Makassar, sanak saudara dan anak Siti Fatimah juga dirundung kesedihan.
"Dia berangkat ke Jakarta jemput anaknya yang dari Taiwan, lalu ke Surabaya naik kapal," kata Irwan adik Siti Fatimah saat ditemui Tribun Timur.
"Anaknya itu kuliah dan ke Taiwan magang. Jadi dia balik setelah satu tahun lalu dia Taiwan," lanjutnya.
Sebelum KMP Mutiara Sentosa 02 terbakar, Irwan sempat telponan dengan kakak tertuanya itu dari enam bersaudara.
Irwan mengaku belum mendapat kabar pasti keberadaan dan kondisi Siti Fatimah.
Adiknya, Andika Putra, baru saja ke RS Bhayangkara Makassar untuk melakukan pemeriksaan sidik jari.
"Belum ada. Baru dari pihak RS Bhayangkara yang koordinasi Rumah Sakit Surabaya kami diminta sidik jari. Sidik jari dibawa ke Surabaya," tuturnya.