Sama seperti Veda sebagai Jebolan Kampiun Asia Talent Cup, Hakim Danish Bersyukur Didukung Pemerintah secara Finansial
Wahid Fahrur Annas August 04, 2026 11:33 AM

MSISPAIN.COM
Hakim Danish dan Ryusei Yamanaka (AEON Credit MT Helmets MSI) dan Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) dalam balapan Moto3 Jerman 2026.

BOLASPORT.COM - Pembalap Malaysia, Hakim Danish, menceritakan awal mula kariernya hingga mampu menembus persaingaan ke Kejuaraan Dunia Moto3.

Danish memulai karier balapnya pada ajang MiniGP di Malaysia hingga memasuki Asia Talent Cup yang menjadi pijakan awal.

Dia berhasil menjadi juara Asia Talent Cup pada tahun 2022, sementara pembalap Indonesia yakni Veda Ega Pratama keluar sebagai kampiun pada edisi setelahnya tahun 2023.

Pembalap asal Terengganu, Malaysia itu mengaku tak menyangka kariernya berjalan mulus dalam jangka waktu yang terbilang cepat.

"Ya, sejujurnya iya. Ketika aku menengok ke belakang, aku menyadari bahwa semuanya berjalan sangat cepat, jadi aku merasa sangat beruntung atas kesempatan yang aku dapatkan," kata Danish kepada Speeedweek, dilansir BolaSport.com.

Danish juga membagikan cerita bahwa tidak ada riwayat dalam keluarganya yang sebelumnya menjadi pembalap motor.

"Tidak di tingkat profesional. Tidak ada seorang pun di keluargaku yang menjadi pembalap, tetapi semua orang sangat menyukai motor," kata Danish.

"Ayahku lah yang pertama kali membawaku ke sirkuit balap saat aku masih sangat kecil, dan dia pula yang mengajari aku cara mengendarai motor."

"Saya memulai karier dengan motor mini dan mengikuti balapan hingga usia 13 tahun."

"Kemudian saya berani melangkah ke kelas MiniGP dan beruntung karena Zulfahmi Khairuddin mempercayai saya saat ia meluncurkan Kejuaraan MiniGP di Malaysia."

"Di sana, saya memenangkan beberapa balapan dan kemudian bergabung dengan akademinya, yang menjadi titik awal bagi segala hal yang terjadi setelahnya," ujarnya.

Setelah juara Asia Talent Cup, Danish kemudian tampil pada European Talent Cup, JuniorGP, Red Bull Rookies Cup hingga akhirnya musim ini debutan pada Moto3 bersama Veda.

"Tepat sekali. Pertama ada MiniGP di Malaysia, lalu Asia Talent Cup, dan sejak saat itu aku berkeliling dunia untuk mengikuti balapan," ujar Danish.

Di luar itu, Danish bersyukur dirinya sudah mendapatkan dukungan finansial dari Pemerintah Malaysia sejak membalap pada ajang Asia Talent Cup.

"Saya sangat beruntung, karena sejak bergabung dengan Asia Talent Cup, pemerintah Malaysia telah mendukung saya secara finansial, hal itu sangat menentukan agar saya bisa terus maju," tutur Danish.

"Saya juga sangat berterima kasih kepada Zulfahmi Khairuddin, karena dia telah melakukan banyak hal luar biasa untuk karier saya."

"Tanpa bantuannya, akan jauh lebih sulit bagi saya untuk mencapai sejauh ini," ujarnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.