TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Torea Fakfak merilis data curah hujan terbaru.
Memasuki akhir Juli 2026, kondisi curah hujan di wilayah Fakfak didominasi kategori Tidak Terukur (TTU) atau tidak ada hujan tercatat.
Tren kering ini diperkirakan masih berlanjut sepanjang Agustus 2026.
“Pada periode Mei hingga Juli 2026, curah hujan di Papua Barat secara umum menunjukkan tren penurunan dengan dominasi sifat hujan di bawah normal,” ungkap pihak BMKG.
Diprediksi, pada Agustus hingga September hampir seluruh kabupaten dan kota di Papua Barat akan mengalami curah hujan rendah.
Baca juga: Kemarau Panjang, BMKG Stasiun Torea Keluarkan 5 Imbauan Penting untuk Warga Fakfak
“Kondisi di Fakfak, seperti terlihat akan turun hujan tetapi tidak jadi, sudah berlangsung hampir sebulan terakhir,” tambahnya.
BMKG memperkirakan curah hujan baru akan meningkat secara bertahap mulai Oktober hingga Desember 2026.
“Menjelang akhir tahun, sebagian besar wilayah akan masuk kategori menengah,” jelasnya.
Data Curah Hujan Fakfak
Berdasarkan penakar hujan OBS Torea Fakfak, curah hujan di titik pemantau Siboru pada Juli 2026 tercatat 74,5 milimeter.
Hujan tertinggi terjadi pada 1 Juli dengan intensitas 34,7 mm. Namun, pada paruh kedua Juli sebagian besar hari tercatat TTU.
Memasuki Agustus, hingga 3 Agustus 2026 hanya tercatat 0,4 mm, menunjukkan kondisi awal bulan lebih kering dibanding awal Juli.
Secara umum, Juli diawali dengan kondisi basah, namun berakhir lebih kering hingga awal Agustus.