Kabar Baik! 68 Siswa Asal Mempawah Masuk Sekolah Rakyat, Dinsos Tegaskan Gratis Tanpa Pungutan
Rivaldi Ade Musliadi August 04, 2026 12:45 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Sebanyak 68 anak asal Kabupaten Mempawah siap mengawali babak baru perjalanan pendidikan mereka di Sekolah Rakyat (SR) Kalimantan Barat. 

Para calon siswa ini dijadwalkan akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berpusat di Kota Singkawang pada 31 Agustus 2026 mendatang.

Keberangkatan puluhan anak ini menjadi angin segar bagi upaya pemerataan akses pendidikan di Kalimantan Barat, khususnya bagi anak-anak yang berada di garis kemiskinan dan sempat terputus akses sekolahnya.

Rincian Jenjang Pendidikan dan Sasaran Program

Para peserta dari Kabupaten Mempawah yang berhasil lolos seleksi terdiri dari berbagai jenjang pendidikan dasar hingga menengah.

Berdasarkan data resmi, komposition peserta mencakup:

Jenjang Sekolah Dasar (SD): 8 Siswa

Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP): 37 Siswa

Jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA): 23 Siswa

Seluruh peserta yang terpilih merupakan anak-anak dari keluarga terdata dalam desil 1 dan desil 2 (kategori masyarakat berpenghasilan terendah). 

• Bikin Resah Warga, Enam Motor Knalpot Brong Diciduk dalam Patroli Mempawah

Prioritas utama dari program Sekolah Rakyat ini diberikan kepada anak-anak yang sempat mengalami putus sekolah (drop out) agar bisa kembali mengenyam bangku pendidikan formal secara layak.

Proses Asesmen Ketat dan Menyeluruh

Kepala Bidang Sosial, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Dinsos-PPPAPMPD) Kabupaten Mempawah, Rahmat Seven, menjelaskan bahwa seluruh calon siswa telah melalui serangkaian proses verifikasi yang cukup ketat.

"Sebanyak 68 calon siswa dari Kabupaten Mempawah telah memenuhi persyaratan untuk mengikuti Sekolah Rakyat Kalimantan Barat di Kota Singkawang," ujar Rahmat Seven, Selasa 4 Agustus 2026.

Rahmat menegaskan bahwa pendataan dan asesmen tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan turun langsung ke lapangan melalui peran aktif pendamping sosial yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Mempawah.

"Mereka merupakan anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2, terutama yang sebelumnya tidak lagi bersekolah. Seluruhnya telah melalui proses asesmen menyeluruh oleh pendamping sosial untuk memastikan kondisi ekonomi dan kebutuhan pendidikannya," jelasnya lagi.

Jaminan Transparansi: Tanpa Biaya dan Bebas Titipan

Guna menghindari isu miring terkait proses penerimaan, Rahmat Seven menegaskan bahwa seluruh rangkaian seleksi dan penjaringan calon siswa Sekolah Rakyat dilakukan secara terbuka, objektif, dan akuntabel.

"Kami ingin menegaskan kepada masyarakat bahwa proses seleksi Sekolah Rakyat dilakukan secara transparan, objektif, dan tidak dipungut biaya sepeser pun. Tidak ada istilah titipan maupun perlakuan khusus. Semua peserta ditetapkan murni berdasarkan hasil asesmen dan kriteria yang telah ditentukan oleh pemerintah," tegas Rahmat.

Langkah ini diambil guna memastikan bahwa program intervensi sosial di bidang pendidikan ini benar-benar tepat sasaran dan menjangkau keluarga yang paling membutuhkan bantuan.

Sinergi Antarinstansi dan Harapan Putus Rantai Kemiskinan

Keberhasilan penjaringan puluhan calon siswa ini merupakan buah dari kolaborasi dan sinergi yang kuat antarlektoral. 

Rahmat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat sejak tahap awal pendataan.

Ia menyoroti peran penting pendamping sosial Program Keluarga Harapan (PKH), jajaran internal Dinsos-PPPAPMPD Kabupaten Mempawah, hingga Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mempawah yang menyediakan dan memverifikasi data kemiskinan.

"Apresiasi kami sampaikan kepada seluruh pendamping sosial PKH, jajaran Dinsos-PPPAPMPD, serta BPS Mempawah yang telah bekerja keras melakukan validasi dan verifikasi data sehingga program ini dapat berjalan lancar," tutur Rahmat.

Mengakhiri keterangannya, Rahmat berharap program Sekolah Rakyat Kalbar ini bisa menjadi modal utama bagi anak-anak kurang mampu di Mempawah untuk mengubah jalan hidup mereka dan meraih masa depan yang lebih cerah.

"Semoga anak-anak yang mengikuti Sekolah Rakyat ini dapat belajar dengan tekun, menyelesaikan pendidikannya hingga tuntas, dan kelak tumbuh menjadi generasi yang mandiri. Kami optimistis program ini mampu menjadi salah satu langkah nyata dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui jalur pendidikan," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.