TRIBUNSORONG.COM, TEMINABUAN – Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, mulai memasuki tahap produksi.
Hal ini ditandai dengan penanaman perdana padi di lahan seluas lima hektare di Distrik Moswaren, Senin (3/8/2026).
Lahan tersebut merupakan bagian dari 1.440 hektare sawah baru yang siap ditanami dari target pengembangan kawasan seluas 5.000 hektare.
Baca juga: IKALJATIM Sorong Selatan Sebut Kekurangan Guru di Papua Sudah Jadi "Kanker Pendidikan"
Sebanyak 1.440 hektare sawah itu tersebar di Distrik Moswaren dan Distrik Wayer.
Sementara itu, pengembangan lahan sisanya masih dalam proses penyelesaian karena sebagian areanya bersinggungan dengan kawasan hutan lindung dan perkebunan kelapa sawit.
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Kementerian Pertanian, Hermanto, mengatakan penanaman perdana ini menjadi penanda dimulainya pemanfaatan sawah baru yang telah selesai dikonstruksi pada 2025.
"Begitu sawah ini selesai ditanami, produksinya dikelola masyarakat dan hasilnya kembali untuk masyarakat. Inilah yang akan mendorong perekonomian wilayah," kata Hermanto saat membuka kegiatan penanaman perdana CSR di Sorong Selatan.
Hermanto menegaskan pemerintah memastikan kawasan sawah baru tersebut dikelola secara berkelanjutan melalui Brigade Pangan yang melibatkan petani muda dan petani berpengalaman.
Untuk mendukung pengembangan kawasan, Kementerian Pertanian menyalurkan bantuan 50 ton benih padi serta berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan).
Bantuan tersebut meliputi 17 unit traktor roda dua, 19 unit traktor roda empat, empat unit rice transplanter, 28 unit power thresher, dua unit combine harvester, serta dua unit drone pertanian.
Baca juga: Jelang Tanam Perdana, Lahan Sawah Baru di Moswaren Sorong Selatan Dialiri Air dengan Pompa
Seluruh bantuan akan dimanfaatkan secara bertahap oleh 24 kelompok tani yang mengelola kawasan cetak sawah tersebut.
"Kami berharap seluruh kawasan seluas 1.440 hektare ini dapat dikelola secara masif oleh seluruh kelompok tani," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua Barat Daya, Absalom Solossa, mengatakan penanaman perdana ini menandai dimulainya pemanfaatan lahan yang telah selesai dibangun.
Baca juga: Terminal Tipe B Teminabuan Terbengkalai Sejak 2019, Pemkab Sorong Selatan Upayakan Pembenahan
Menurutnya, pembangunan sektor pertanian tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur, tetapi harus dilanjutkan dengan pengelolaan lahan yang produktif dan berkelanjutan.
"Kawasan seluas 1.440 hektare ini diproyeksikan menjadi model pengembangan pertanian modern di Papua Barat Daya yang mengintegrasikan pembangunan lahan, mekanisasi pertanian, penggunaan benih unggul, penerapan teknologi budidaya, penguatan kelembagaan petani, hingga pengembangan pemasaran hasil pertanian," kata Absalom. (tribunsorong.com/astri)