BGN Trenggalek Klarifikasi Polemik MBG di Permata Umat, Tegaskan Tidak Ada Penolakan MBG
faridmukarrom August 04, 2026 02:49 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK – Polemik terkait penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan Yayasan Al Amanah atau satuan pendidikan Permata Umat, Kabupaten Trenggalek, akhirnya mendapat klarifikasi resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) BGN Kabupaten Trenggalek, Shiella Ammanda Yanu Fadilla, menegaskan bahwa pihak Yayasan Permata Umat tidak pernah menolak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sebagaimana informasi yang sebelumnya beredar.

Menurutnya, terjadi kesalahpahaman atau miskomunikasi yang menyebabkan munculnya anggapan bahwa sekolah menolak program pemerintah tersebut.

"Kemarin memang ada pernyataan bahwa Permata Umat menolak MBG. Tetapi itu miskomunikasi dan itu tidak benar. Yang benar sekarang adalah pihak Permata Umat mau menerima MBG," ujarnya, Senin (3/8/2026).
Program MBG Kembali Berjalan
Shiella memastikan layanan MBG untuk siswa di Permata Umat akan kembali berjalan setelah adanya penyesuaian mekanisme distribusi.

Baca juga: Kekeringan Meluas di Trenggalek, 15 Desa di Lima Kecamatan Krisis Air Bersih

Program tersebut nantinya akan menjangkau seluruh peserta didik, mulai dari kelompok bermain (playgroup) hingga jenjang Madrasah Aliyah.

"Selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh SPPG yang akan mengampu atau mendistribusikan MBG untuk Permata Umat, dari jenjang playgroup hingga madrasah aliyah," katanya.
Penghentian Sementara Karena SPPG Over Capacity
Shiella menjelaskan, penghentian sementara distribusi makanan bergizi bukan disebabkan penolakan dari pihak sekolah, melainkan karena keterbatasan kapasitas operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Surodakan yang sebelumnya menjadi penyalur program.

Jumlah penerima manfaat yang terus bertambah membuat kapasitas layanan dapur penyedia makanan melampaui batas maksimal.

"SPPG itu memiliki kapasitas pelayanan. Ketika jumlah penerima manfaat melebihi kapasitas, maka harus dilakukan penyesuaian," jelasnya.
Karena kondisi tersebut, pihak sekolah dan SPPG Surodakan sebelumnya sepakat menghentikan sementara layanan MBG sambil menunggu dapur penyedia lain yang siap mengambil alih distribusi.

"Kemarin pihak sekolah dan SPPG bersepakat untuk sementara tidak dilayani dulu sampai ada SPPG lainnya yang meng-cover," ungkapnya.
Permata Umat Tetap Siap Terima Program MBG
Saat ini, pihak Permata Umat telah menyatakan kesiapan untuk kembali menerima Program Makan Bergizi Gratis.

Distribusi nantinya akan dialihkan ke SPPG lain yang memiliki kapasitas pelayanan lebih memadai sehingga kebutuhan siswa dapat terpenuhi secara optimal.

"Saat ini sudah kami konfirmasi, mereka tetap mau dilayani dan akan dilayani oleh SPPG terdekat atau yang akan running. Bukan SPPG yang sebelumnya, karena SPPG Surodakan sudah over capacity," tutup Shiella.

(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.