Awalnya Dikira Perampokan, Pembunuh Nenek Nurlis Ternyata Polisi yang Ayahnya Pernah Jadi Kapolsek
Murhan August 04, 2026 02:51 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Awalnya dikira perampokan, misteri kasus pembunuhan nenek Nurlis (70) warga Dusun IV Desa Punde Rejo Kecamatan Tanjung Morawa, Sumatera Utara perlahan terkuak.

Pelaku pembunuhan itu diduga seorang anggota polisi. Satreskrim Polresta Deli Serdang menangkap seorang anggota polisi dalam kasus tersebut.

Dalam penangkapan itu, identitas polisi tersebut Bripda RF bertugas di Sabhara Polresta Deli Serdang.

Dia ditangkap setelah polisi mempunyai bukti-bukti lengkap, Senin (3/7/2026). 

Nenek Nurlis  warga Dusun IV Desa Punde Rejo Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang  ditemukan tewas di rumahnya, Jumat (31/7/2026). 

Saat ini  Bripda RD menjalani pemeriksaan di ruang Unit 1 Satreskrim Polresta Deli Serdang. 

Baca juga: Peras Pengusaha Rp50 Juta, Polisi dari Satreskrim Pakai Modus Periksa Izin Usaha, Padahal Lengkap

Rencana Naik Pangkat Jadi Briptu

Bripda RD berusia 23 tahun, merupakan lulusan Bintara angkatan 2021. 

Di Januari 2027 rencananya ia akan diusulkan untuk naik pangkat menjadi Briptu. 

Rumahnya hanya berjarak beberapa meter dengan rumah korban.

RF juga merupakan anak dari seorang pensiunan polisi.

Ayahnya Pernah Jabat Kapolsek

Ayahnya disebut warga pernah menjabat sebagai Kapolsek Pakkat di wilayah Humbahas. 

Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang, Kompol Muhammad Isral yang dikonfirmasi membenarkan soal penangkapan RF ini.

Namun demikian dirinya belum bersedia berkomentar banyak.

Belum ada disampaikan apa motif korban melakukan pembunuhan. 

"Iya benar sudah ditangkap. Benar personel (anggota polisi). Selebihnya sama humas ya," kata Kompol Muhammad Isral. 

Kepala Dusun IV Desa Punden Rejo, Hariadi yang diwawancarai mengaku sudah mendengar soal penangkapan RF ini.

Ia mengaku pertama kali dikabarin oleh Bhabinkamtibmas.

RF diamankan saat masih berada di kantornya. 

"RF ini masih lajang, bapaknya orang Lubuk Pakam aslinya tapi tinggal di Punden Rejo sudah lama termasuk korban juga sudah puluhan tahun tinggal di sini. Malam itu (malam kejadian) kata yang lihat CCTV dia (RF) mondar mandir," kata Hariadi. 

Informasi lain yang didapatkan polisi dapat mengungkap kasus ini berkat rekaman CCTV di rumah RF.

Curiga CCTV Rusak

Saat itu polisi curiga karena ada satu titik kamera CCTV yang mengarah ke rumah korban tapi dalam kondisi rusak.

Sementara CCTV yang lain dalam posisi aktif.

Dari rekaman CCTV ini kemudian polisi mengintrogasi RF.

Awalnya RF sempat berdalih namun setelah ditanyai lebih lanjut akhirnya mengakui perbuatannya.

Diketahui kalau selama ini orangtua RF menempatkan mobil pribadinya di ruang garasi rumah korban.

Korban nenek Nurlis (70) ditemukan tewas di area dapur rumahnya dengan kondisi bersimbah darah.

Bagian bawah lehernya mengalami luka.

Dugaan Awal Perampokan

Sebelumnya, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan atas kasus kematian seorang nenek bernama Hj Nulis (70) warga Dusun IV Desa Punden Rejo Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang.

Kabar terbaru dari polisi, selain menjadi korban pembunuhan dirinya juga menjadi korban perampokan. 

Hal ini diakui Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang, Kompol Muhammad Isral.

"Iya ada juga barangnya yang hilang. Pelaku masih dalam lidik," ujar Muhammad Isral.

Secara pasti Muhammad Isral belum dapat merinci apa-apa saja harta benda korban yang hilang. Sebelumnya Isral juga menyebut saat ditemukan korban mengalami luka pada bagian bawah leher. Diduga ada benda tajam yang dipakai pelaku untuk melukai korban.

Kepala Dusun 4 Desa Punden Rejo, Hariadi bilang, sejauh ini mereka juga belum tahu apakah ada barang korban yang hilang atau tidak. 

Hal ini lantaran selama ini korban tinggal sendiri di dalam rumah. Mereka baru tahu korban meninggal karena dari pagi tidak ada keluar rumah, Jumat (31/7/2026).

"Sekitar pukul 14.00 waktu itu kami masuk ke dalam rumah. Saya sama tetangga lain masuk dan lihat pintu depan sudah tidak terkunci. Pintu besinya tertutup tapi nggak terkunci kemudian pintu kayu tercantol gembok yang sudah rusak," kata Hariadi.

Hariadi bilang begitu sampai ruang tamu, mereka sudah melihat korban terbaring di dapur dengan posisi telentang. 

Di area ruang tamu juga terlihat berserakan pakaian. Ia menyebut sudah 30 tahun lamanya korban tinggal di desa ini.

"Anaknya ada 1 tapi tinggalnya di Medan. Jarang juga datang ke rumah. Waktu polisi datang kami sudah nggak boleh masuk tapi saat pertama kali kami lihat korban sudah bersimbah darah. Di bawah kursi juga ada darah," kata Hariadi.

Ia menambahkan, saat malam kejadian lokasi di tempat mereka sedang turun hujan. 

Dikatakannya, ada tetangga yang mendengar suara orang menangis kesakitan. 

Namun karena posisinya juga sedang turun hujan warga tidak terlalu lama mendengarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribun-Medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.