BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebanyak 135 titik koordinat Kopdes Merah Putih Kalsel berada di atas laut.
Angka ini cukup mengejutkan dan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kalimantan Selatan (Kalsel) memberikan jawaban.
Kepala UMKM Kalsel, Rahmadin pun angkat bicara menjelaskan penyebab 135 titik koordinat Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang sempat terdeteksi berada di atas laut.
Selain itu ada beberapa titik koordinat yang menjadi sorotan publik selain di laut juga ada di atas gunung.
Ternyata kondisi tersebut dipicu kesalahan pergeseran titik saat proses overlay peta digital.
Sorotan publik muncul setelah beredar unggahan yang memperlihatkan ratusan titik koordinat Kopdes Merah Putih di Kalimantan Selatan berada di laut.
Selain itu, sejumlah titik lain juga disebut berada di atas gunung, saling berhadapan, hingga berada di area pemakaman.
Baca juga: Diskominfo Banjarbaru Ciptakan Aplikasi BAPINTAR, Permudah Penyusunan Kebijakan Berbasis Data
Baca juga: Job Fair Kalsel Tawarkan 2.008 Lowongan Kerja, Tersedia untuk Disabilitas hingga ke Luar Negeri
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kalsel Rahmadin mengakui adanya kekeliruan pada penempatan koordinat dalam data Kopdes Merah Putih.
Menurut Rahmadin, kesalahan muncul ketika proses overlay, yakni teknik menumpuk gambar, data spasial, atau elemen grafis pada peta digital yang terikat pada koordinat lintang dan bujur.
Rahmadin memastikan persoalan tersebut telah ditindaklanjuti dengan melaporkannya kepada Asisten Deputi Digitalisasi Kementerian Koperasi agar koordinat yang keliru dapat disesuaikan kembali.
"Kami sudah melaporkan ke Asdev Digitalisasi koperasi dan disesuaikan kembali. Jadi ada pergeseran titik pada saat overlay," ujar Rahmadin dikutip dari Kompas.com, Senin (3/8/2026).
Ia menegaskan, kekeliruan koordinat tidak memengaruhi pelaksanaan pembangunan Kopdes Merah Putih di Kalsel.
Pemerintah Provinsi Kalsel menargetkan pembangunan sebanyak 512 Kopdes Merah Putih. Hingga kini, sebanyak 208 koperasi telah selesai dibangun sepenuhnya, sedangkan 304 lainnya masih dalam proses pengerjaan.
"Yang terbangun 100 persen sebanyak 208 koperasi dan yang masih berprogres sebanyak 304 jadi total 512 dibangun," ujar Rahmadin.
Walau ratusan bangunan koperasi telah rampung, Rahmadin mengatakan seluruhnya belum beroperasi secara penuh.
Ia menyebut Kabupaten Tapin menjadi daerah dengan jumlah Kopdes Merah Putih terbanyak, sedangkan Kabupaten Banjar memiliki jumlah paling sedikit.
"Secara formal belum beroperasi. Yang paling banyak di Tapin 36, Tabalong 35, Tanah Bumbu 23 dan Banjar 24. Sisanya di kabupaten lain," imbuhnya.
Baca juga: Desa Buluan Dinobatkan Terbaik di HST, Bupati: Jadikan Prestasi Pemicu Inovasi
Di tengah masifnya pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), kondisi koperasi lama di Kabupaten Tanah Laut (Tala) ternyata masih menghadapi tantangan.
Data dihimpun pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Tala, Rabu (22/7/2026), dari total 183 koperasi binaan Pemerintah Kabupaten Tanahlaut, sebanyak 79 koperasi tercatat tidak lagi aktif menjalankan usahanya.
Kepala Bidang Koperasi Diskumdag Tanah Laut, M Latif, mengatakan hingga saat ini hanya 104 koperasi yang masih berstatus aktif secara kelembagaan.
"Jumlah koperasi existing binaan kami sebanyak 183. Yang aktif ada 104 koperasi, sedangkan 79 lainnya sudah tidak aktif," kata Latif.
Ia menjelaskan, sebagian besar koperasi yang tidak aktif merupakan koperasi lama yang usahanya telah berhenti beroperasi.
Bahkan, tidak sedikit yang merupakan peninggalan program pemerintah pada era Orde Baru, seperti Kredit Usaha Tani (KUT), KUT TRI, hingga Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS BBM).
Menurut Latif, meski sebagian koperasi telah vakum, pemerintah daerah tetap memberikan perhatian kepada koperasi yang masih berjalan agar mampu berkembang dan meningkatkan kualitas pengelolaannya.
Bentuk pembinaan yang dilakukan Diskumdag meliputi pendampingan pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT), fasilitasi kemitraan usaha, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan perkoperasian.
"Pembinaan tetap kami lakukan agar koperasi yang aktif bisa terus berkembang dan menjalankan tata kelola yang baik," ujarnya.
Baca juga: Jadwal Pemadaman Listrik di Banjarbaru 4 Agustus 2026, Guntung Manggis dan Karanganyar Terdampak
Latif menegaskan, saat ini pemerintah tidak lagi menyalurkan bantuan permodalan kepada koperasi, baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Karena itu, penguatan kelembagaan, peningkatan kemampuan pengurus, serta pengembangan jejaring usaha menjadi strategi utama agar koperasi tetap bertahan dan mampu bersaing.
Sementara itu, hadirnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dipastikan tidak akan menggeser koperasi-koperasi lama yang masih eksis.
Menurut Latif, masing-masing koperasi memiliki bidang usaha yang berbeda sehingga tidak saling berebut pasar.
Di Tanahlaut telah terbentuk 33 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Sebanyak 14 gerai sudah selesai dibangun, sedangkan sisanya ditargetkan rampung sebelum peluncuran nasional pada Agustus 2026.
"Koperasi Merah Putih mengembangkan usaha sesuai potensi desa masing-masing. Jadi justru melengkapi ekosistem perkoperasian yang sudah ada," pungkasnya.
Sementara itu kalangan warga di daerah ini berharap kehadiran KDMP kelak benar-benar dapat bertumbuh kembang menjadi pilar ekonomi baru di tengah masyarakat.
"Mudahan saja lah Koperasi Merah Putih nantinya bisa eksis dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat," ucap Misdar, warga Pelaihari. (banjarmasinpost.co.id/banyu langit/kompas.com)