TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kampung Situbeureum, Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor mengalami kekeringan imbau musim kemarau.
Mereka kekurangan sumber air bersih setelah sumur-sumur warga mengering.
Kepada TribunnewsBogor.com, warga mengaku mereka mulai merasa terdampak kemarau sejak sebulan terakhir.
Namun mulai adanya sumur warga yang kering terjadi sejak dua pekan terakhir.
Terpantau, kampung ini merupakan pemukiman padat namun masih di keliling lahan kosong di sekitar.
Lokasi kampung ini berada di pinggir Tol Bocimi.
Terpantau saluran air atau selokan di kampung ini pun surut dan hanya mengalir sedikit air.
Namun masih ada satu sumur bor di mushola kampung yang bisa diandalkan.
Itu pun terkadang warga antre untuk mendapatkan air.
"Ngantre sih kadang-kadang, kadang subuh, kadang magrib," kata Andres, salah satu warga sekitar, Selasa (4/8/2026).
Diketahui, untuk kampung ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor sudah menyalurkan 4.000 liter air bersih untuk warga.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Dimas Tiko mengatakan, kekeringan ini terjadi akibat sumur yang digunakan kering.
"Penyebabnya dikarenakan sumber mata air dan sumur warga kering," kata Dimas Tiko dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).
Sebanyak 15 KK atau 90 orang terdampak kekurangan air bersih.
"Sudah kami salurkan 4 ribu liter air bersih untuk warga," ucapnya.