TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Ikatan Pelajar Mahasiswa Tapung Raya (IPMTR) menyatakaan kekecewaannya kepada Anggota DPRD Riau asal Kampar.
Kekecewaan itu berkaitan dengan alokasi anggaran perbaikan jalan provinsi di wilayah Tapung Raya dan pembangunan Jembatan Sungai Sibam.
Ketua Umum IPMTR, Arya Putra mengungkap perbaikan masih sebatas janji.
"Masyarakat Tapung Raya sudah bosan dengan janji kosong sementara jalanan hancur lebur," ungkapnya kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (4/8/2026).
Ia mengemukakan, janji alokasi Rp10 miliar untuk perbaikan jalan di Desa Tri Manunggal pada 2026 belum jelas.
Ia menilai, wakil rakyat tidak transparan soal kepastian anggarannya.
Ia mengungkit Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Tapung Raya.
Ia menantang Komisi III untuk memanggil Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
"Minta transparansi dari Bapenda, PAD dari Tapung yang sangat besar itu dialokasikan kemana?" katanya.
Ia mengatakan, tiga putra Tapung Raya duduk di DPRD Riau.
Mereka antara lain Makmun Solihin sebagai Ketua Komisi IV di bidang infrastruktur.
Selain itu Edi Basri selaku Ketua Komisi III bidang anggaran.
Satu lagi Raja Jaya Dinata di Komisi II yang membidangi ekonomi kerakyatan.
"Ini adalah formasi emas. Realitanya, jalan urat nadi perputaran ekonomi tetap hancur," katanya.
(Tribunpekanbaru.com/Fernando Sihombing)