Daging Ayam Berubah Warna dan Kurang Matang, Investigasi Dugaan Keracunan MBG di SMKN 6 Semarang
raka f pujangga August 04, 2026 10:55 PM

 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Olahan daging ayam yang diduga kurang matang serta mengalami perubahan warna dan rasa kini menjadi fokus utama investigasi petugas.

Hal itu terkait kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa 707 siswa dan guru di SMKN 6 Semarang.

Hasil penelitian itu bakal terbit setidaknya dua Minggu mendatang.

Baca juga: Kepala SPPG di Jateng Dicopot, KPPG Semarang Bantah Ada Kaitan SPPG Suspend

"Hasil laboratorium belum keluar. Hasil laboratorium tes itu biasanya keluar hasilnya paling lama 2 Minggu," ujar Kepala Subbagian (Kasubag)  Tata Usaha  KPPG Semarang, Bagus Anindito, Selasa (5/8/2026) petang.

Menurut Bagus, menu yang sedang diobservasi lebih lanjut oleh petugas adalah daging ayam yang bentukannya kurang matang.

Adapula menu lain yang sudah berubah warna dan rasa.

Namun, ia enggan mendetailkan menu makanan tersebut.

"Dugaan awal dari menu itu, daging ayam kurang matang dan menu sudah berubah warna dan rasa," bebernya.

Dari kasus ini, Bagus menyebut, tidak ada status Kejadian Luar Biasa (KLB) yang diterbitkan oleh pemerintah kota Semarang.

Artinya, biaya pengobatan para korban nantinya akan ditanggung oleh BGN.

Akan tetapi, cover biaya pengobatan itu hanya untuk korban yang belum memiliki jaminan BPJS kesehatan.

"Nanti kepala SPPG akan mendata biayanya habis berapa, nanti bisa dikirimkan ke BGN," terangnya.

Dari hasil pendataan, sebanyak 707 orang mengalami gejala keracunan  meliputi 693 siswa dan 14 guru.

Mereka alami muntah dan diare selepas menyantap menu MBG.

Ratusan korban itu telah mendapatkan penanganan medis di lokasi.

Sisanya, sembilan orang sempat dirujuk ke rumah sakit untuk observasi.

Hingga Senin (3/8/2026), masih ada enam pelajar perempuan yang masih dirawat. 

Lalu, pada Selasa (4/8/2026), semua siswa sudah pulang dari rumah sakit.

Kepala SPPG Dicopot

Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang mengaku, belum mendapatkan informasi lebih lanjut terkait sembilan kepala Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) yang dicopot BGN.

Lembaga yang mengurus Makan Bergizi Gratis (MBG) itu, sebelumnya telah mencopot 137 kepala SPPG di seluruh Indonesia, termasuk sembilan dari Jawa Tengah.

"Iya, kami belum mendapatkan datanya, kami sedang mengkonfirmasi ke Biro SDM BGN (Biro Sumber Daya Manusia Badan Gizi Nasional)," ujar Kepala Subbagian (Kasubag)  Tata Usaha  KPPG Semarang, Bagus Anindito saat dihubungi Tribun, Selasa (4/8/2026).

Bagus bahkan belum berani memberikan informasi soal kepala SPPG Karangturi masuk dalam daftar sembilan orang yang dicopot.

Ia berdalih, pihaknya masih menunggu keterangan resmi dari BGN Pusat.

"Ya kami masih menunggu surat resminya dari BGN mana saja yang kena copot," terangnya.

6 SPPG Jateng Kena Suspend

Bagus mengungkap, ada sebanyak enam SPPG di Jateng terkena suspend atau   penghentian kegiatan atau penutupan operasional. 

Deretan SPPG itu tersebar di dua titik di kota Semarang, sisanya di Kabupaten Semarang, Grobogan, Kabupaten Pekalongan.

SPPG yang dipaksa berhenti beroperasional itu karena telah ditemukan permasalahan Infrastruktur bangunan dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Namun, Bagus menilai, deretan SPPG yang kena suspend tersebut belum tentu masuk daftar sembilan kepala SPPG yang kena copot.

"Sepertinya tidak berkaitan, karnaa SPPG yang kena suspend sebelum kejadian yang sekarang," bebernya.

Nasib Sembilan Kepala SPPG

Ia menyebut, para kepala SPPG yang dicopot merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Selepas adanya pencopotan ini, pihaknya perlu mendapatkan surat resmi dari BGN karena berkaitan dengan status mereka.

"Mereka ini bagian dari BGN, entah nanti di tempatkan di mana tergantung keputusan dari sana," ujarnya.

Dari kasus ini, ia meminta kepala SPPG di Jateng bekerja lebih serius.

Sebab, pergantian kepala BGN berdampak pula pada kinerja SPPG yang harus lebih cepat dan tegas.

Jumlah SPPG di Jateng sendiri di bawah kewenangan KPPG Semarang sebanyak 2.400 SPPG.

"Pak Sudaryono kan kerjanya tegas dan cepat dalam, jadi kepala SPPG juga harus menyesuaikan," ungkapnya.

Baca juga: Sudaryono Tak Beri Toleransi untuk MBG, Copot 9 Kepala SPPG di Jateng

Sementara, Sekretaris Satuan Tugas Percepatan Makan Bergizi Gratis (MBG) Jateng,  Urip Sihabudin belum merespon konfirmasi Tribun berkaitan dengan polemik pencopotan sembilan kepala SPPG di wilayahnya.

Lalu Sumatera Selatan 6 orang dan sembilan provinsi lainnya dengan total 16 orang.

Sementara di Jawa Tengah ada 9 Kepala SPPG yang dicopot BGN. Lima diantaranya, adalah dapur yang diduga menyebabkan kasus keracunan di SMK Negeri 6 Semarang. (Iwn)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.