WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -- Semangat gotong royong dan cinta Tanah Air ditunjukkan warga Kampung Peundeuy Timur, Desa Karangsatu, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Selama hampir dua bulan, sekitar 150 warga bahu-membahu mewujudkan satu cita-cita bersama: membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 500 meter untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bentangan Sang Saka Merah Putih raksasa itu kini membelah jalan kampung, melintasi RT 01, RT 02, dan RT 03 di RW 01.
Tak hanya menjadi pusat perhatian warga, bendera tersebut juga menjadi simbol kuat kebersamaan yang dibangun melalui kerja keras, pengorbanan, dan semangat swadaya.
Yang menarik, kekompakan warga tidak berhenti setelah bendera terpasang.
Mereka bergiliran merawat bentangan Merah Putih, membersihkan area sekitar, serta memastikan bendera tetap terjaga dengan baik hingga perayaan HUT RI selesai.
Baca juga: Jelang HUT RI, Komdigi Minta Publik Waspadai Ledakan Konten Provokatif Sepanjang Agustus
Ketua Pelaksana Kegiatan, Berlin, mengatakan proses mewujudkan bendera sepanjang 500 meter bukan perkara mudah.
Saat ide itu pertama kali muncul, tidak sedikit warga yang meragukan target tersebut dapat diwujudkan.
"Awalnya banyak yang bilang, mana mungkin bisa sepanjang itu. Tapi setiap hari kami terus menyemangati warga. Alhamdulillah akhirnya semua ikut terlibat, mulai dari menebang bambu, mengebor hingga mendirikan tiang," kata Berlin, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, ide tersebut lahir dari keinginan menghadirkan suasana peringatan kemerdekaan yang lebih meriah dibanding tahun sebelumnya.
Pada Agustus 2025, warga hanya memasang bendera sepanjang 40 meter dan berhasil meraih juara pertama lomba tingkat kecamatan.
Prestasi itu menjadi motivasi untuk menghadirkan sesuatu yang lebih besar pada tahun ini.
"Alhamdulillah, dari sebelumnya hanya 40 meter, sekarang bisa mencapai 500 meter," ujarnya.
Seluruh proyek dikerjakan secara mandiri tanpa bantuan sponsor maupun perusahaan.
Dana sekitar Rp25 juta dikumpulkan dari swadaya masyarakat dan para pemuda yang tergabung dalam kelompok Gembul Jaya.
Pengerjaan dimulai sejak 1 Juni 2026 dan berlangsung hingga awal Agustus.
Selama proses tersebut, Kampung Peundeuy Timur berubah menjadi pusat kegiatan gotong royong.
Sebanyak 20 rol kain Merah Putih dijahit menjadi satu bentangan utuh.
Untuk menopangnya, warga menggunakan 180 batang bambu, terdiri dari 120 batang sebagai tiang utama dan 60 batang sebagai penyangga.
"Semua masyarakat turun tangan. Ada yang menebang bambu, mengebor, mendirikan tiang. Kurang lebih 150 warga terlibat selama hampir dua bulan," ungkap Berlin.
Bagi warga, bentangan bendera raksasa itu bukan sekadar dekorasi perayaan kemerdekaan.
Lebih dari itu, bendera tersebut menjadi lambang persatuan, kepedulian, dan semangat kebersamaan yang masih hidup di tengah masyarakat.
Berlin berharap semangat gotong royong yang telah terbangun dapat terus dipertahankan.
Bahkan, ia telah memasang target lebih tinggi untuk perayaan tahun depan.
"Insya Allah kalau diberi kesehatan, umur panjang, dan rezeki, tahun depan kami ingin membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter," katanya penuh optimisme.
Semangat warga Kampung Peundeuy Timur menjadi bukti bahwa peringatan Hari Kemerdekaan bukan hanya soal kemeriahan, tetapi juga tentang kebersamaan, kepedulian, dan kecintaan kepada Indonesia yang diwujudkan melalui aksi nyata.