TRIBUNJAKARTA.COM - Penemuan mayat termutilasi di Jalan Raya Kav, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat pada Selasa (4/8/2026) menghebohkan warga.
Pantauan Kompas.com di lokasi sekitar pukul 18.15 WIB, jenazah tersebut masih berada di lahan tanah merah.
Sebagian tubuhnya tertutup sisa-sisa plastik serta karung yang terbakar.
Warga bernama Al Badlu (60) mengatakan, jenazah itu ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB saat seorang anak hendak membakar sampah di lahan kosong tersebut.
Anak tersebut melihat sebuah karung dan mengira benda itu adalah tumpukan sampah sehingga ikut dibakar.
Namun, setelah karung terbakar, isi di dalamnya ternyata merupakan jasad manusia.
Penemuan itu sontak menggegerkan warga sekitar.
"Tadi sore dibakar sama anaknya Pak Tutu pas mau bakar sampah," kata Al Badlu.
Warga kemudian mendekati lokasi untuk memastikan isi karung tersebut.
Saat diperiksa, mereka mendapati jasad itu tidak utuh, hanya tersisa setengah badan.
Menurut dia, karung tersebut sebenarnya sudah berada di lokasi sejak 24 Juli 2026.
Namun, warga tidak menaruh curiga karena mengira karung itu berisi sampah.
Hal serupa diungkap, warga setempat, Mawar (bukan nama asli).
“Sudah ada dari 24 Juli, tapi kita anggap, karena enggak tahu, anggap sampah biasa aja,” kata Mawar di lokasi.
“Tadi kenapa anak saya tuh ada rasa pengin bakar sampah itu,” sambungnya.
Dari hasil penyelidikan awal terungkap, kondisi jasad korban tampak memprihatinkan.
Sebagian anggota tubuh mayat dilaporkan hilang dan sempat tersambar api sebelum ditemukan warga.
Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Made Gede Oka Utama, mengatakan, jasad korban ditemukan tidak utuh di lokasi kejadian.
Mirisnya, sebagian organ atau bagian tubuh bawah korban tidak ada di tempat penemuan.
"Sebagian tubuh korban tidak ditemukan di TKP (tempat kejadian perkara)," kata Oka.
Korban diduga berjenis kelamin laki-laki, namun identitas detail dan usia masih terus didalami.
Saat ini jasad korban telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menjalani proses otopsi dan pemeriksaan forensik.
Hal itu dilakukan untuk memastikan penyebab kematian serta melengkapi bagian tubuh yang hilang.