Identitas Jenazah yang Ditemukan di Parit Pinggir Jalan di Jalinbar Tanggamus
Noval Andriansyah August 05, 2026 12:19 AM

Tribunlampung.co.id, Tanggamus - Misteri mengenai sosok pria yang ditemukan tak bernyawa di dalam saluran air tepi Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Pekon Suka Bandung, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, akhirnya terkuak secara terang benderang.

Baca juga: Polsek Talang Padang Evakuasi Jasad Pria di Siring Jalinbar Tanggamus, Diduga ODGJ

Polsek Talang Padang bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Tanggamus mengonfirmasi bahwa korban merupakan seorang pria berinisial Poniman (55), warga Dusun Sidomulyo Timur, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Pardasuka, Pringsewu. 

Kepastian identitas ini didapatkan usai petugas menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) serta melacak data kependudukan korban.

Dari hasil penelusuran lebih lanjut bersama pihak keluarga, korban diketahui mengidap gangguan kejiwaan dan kerap pergi meninggalkan rumah.

Dugaan sementara mengarah pada insiden terjatuh ke dalam parit akibat penyakit epilepsi yang kambuh saat korban berada di tepi jalan.

Kapolsek Talang Padang, Iptu Harunur Rasyid, membeberkan bahwa jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga setempat pada Senin (3/8/2026) siang sekitar pukul 12.00 WIB.

"Di lokasi kami menemukan sejumlah barang milik korban, di antaranya sandal, karung plastik, topi, botol air mineral, celana panjang sobek, serta sisa makanan," ujar Iptu Harunur Rasyid, Selasa (4/8/2026).

Terekam CCTV Jatuh ke Dalam Parit

Berdasarkan rekaman CCTV dari satu di antara bengkel di sekitar Jalinbar, korban sebelumnya sempat terlihat duduk di pinggir parit sedalam setengah meter tersebut sejak pagi hari.

Sekitar pukul 10.17 WIB, korban terekam kamera terjatuh ke dalam siring yang tergenang air dan lumpur hingga akhirnya ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia dua jam kemudian.

Hasil pemeriksaan medis di UPT Puskesmas Talang Padang dan RSUD Batin Mangunang Kotaagung memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Luka yang ada hanya lecet pada siku dan kaki akibat terjatuh. Korban diduga meninggal dunia usai terjatuh dengan posisi wajah tertutup air dan lumpur," jelas Kapolsek.

Penyakit Epilepsi dan Riwayat ODGJ

Pihak keluarga melalui adik kandung korban, Pardiyono, menjelaskan bahwa Poniman sudah mengidap gangguan kejiwaan sejak 25 tahun lalu dan sering mengalami kejang-kejang akibat penyakit epilepsi.

Pihak keluarga menolak proses autopsi, menerima kejadian ini sebagai musibah, dan langsung membawa pulang jenazah ke Pringsewu untuk dimakamkan.

(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.