**Luka di Ujung Penantian – Difarina Indra Adella**
Betapa hancurnya hatiku
Saat ku dengar kabar perkawinanmu
Seakan terhenti detak jantungku
Serasa terhenti hembusan nafasku
Apa salahku kasih, coba katakan
Cobalah engkau berterus terang
Tanpa ada sebab, tanpa ada alasan
Sampai hatimu cintaku kau duakan
**Reff:**
Aku yang tak pernah lelah
Bersabar menanti dirimu kembali
Walau sesungguhnya hatiku kesakitan
Karena selama ini aku kau campakan
Dalam penantian
Kini luka hatiku semakin meradang
Sangat pedih bagai tersiram garam
Karena ujung penantian panjang
Telah kau balas dengan undangan pernikahan
Betapa hancurnya hatiku
Saat ku dengar kabar perkawinanmu
Seakan terhenti detak jantungku
Serasa terhenti hembusan nafasku
Apa salahku kasih, coba katakan
Cobalah engkau berterus terang
Tanpa ada sebab, tanpa ada alasan
Sampai hatimu cintaku kau duakan
**Reff:**
Aku yang tak pernah lelah
Bersabar menanti dirimu kembali
Walau sesungguhnya hatiku kesakitan
Karena selama ini aku kau campakan
Dalam penantian
Kini luka hatiku semakin meradang
Sangat pedih bagai tersiram garam
Karena ujung penantian panjang
Telah kau balas dengan undangan pernikahan
Luka di ujung penantian