TRIBUNBENGKULU.COM - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan seorang pria lanjut usia (lansia) diminta turun dari bus Transjakarta saat perjalanan masih berlangsung.
Peristiwa itu bermula dari unggahan akun TikTok @awannada2 pada Minggu (2/8/2026).
Dalam video yang dibagikan, tampak seorang pramusapa menghampiri seorang pria lanjut usia yang duduk di kursi bagian belakang bus Transjakarta.
Pramusapa tersebut kemudian meminta lansia itu turun dari bus.
Sambil berbicara dengan nada pelan, petugas menjelaskan bahwa permintaan tersebut dilakukan karena ada penumpang lain yang menyampaikan keluhan.
"Turun dulu bapak. Bapak pelan-pelan ayo turun dulu yu. Turun yuk, nanti komplenan dari yang lain mohon maaf pak," ucap pramusapa seperti terdengar dalam video yang viral.
Meski telah beberapa kali diminta turun, pria lansia tersebut tidak langsung beranjak dari tempat duduknya.
Ia tetap duduk di kursinya sambil mendengarkan penjelasan dari petugas.
Dalam rekaman yang sama, pramusapa kembali membujuk lansia tersebut agar bersedia turun dari bus.
Petugas bahkan terlihat menggandeng tangan pria tersebut sembari menawarkan bantuan agar bisa turun dengan aman.
"Turun dulu bapak, ayo turun dulu pak. Turun ya, biar saya bawain tempatnya. Disuruh turun dulu pak. Kita udah baik-baik," kata pramusapa.
Video tersebut memperlihatkan lansia yang mengenakan kaus bermotif garis horizontal berwarna cokelat-hitam, celana panjang abu-abu, serta topi merah masih bertahan di kursinya.
Momen itu kemudian menjadi perhatian penumpang lain yang berada di dalam bus.
Tak lama setelah video diunggah ke media sosial, rekaman tersebut langsung menyebar luas dan memicu beragam komentar dari warganet.
Pengunggah video, akun TikTok @awannada2, mengaku merasa iba melihat perlakuan terhadap pria lanjut usia tersebut.
Menurutnya, selama berada di dalam bus, ia tidak mendengar adanya penumpang yang secara langsung mempersoalkan bau badan lansia tersebut.
Karena itu, ia menilai tindakan pramusapa yang meminta pria tersebut turun terasa berlebihan.
"Perlu digarisbawahi ka perihal bau masih bisa ditolerin, dan ga ada yg komplen di dalam bus itu, tapi ga tau pramusapanya berlebihan," tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Pemilik akun juga meminta agar video itu diviralkan karena merasa kasihan terhadap lansia yang diminta turun dari bus.
"Bantu viralkan ya kak, biar ada keadilan buat kaum miskin seperti saya juga," tulisnya lagi.
Setelah video tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, PT Transjakarta akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait insiden yang melibatkan seorang penumpang lanjut usia itu.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani menegaskan bahwa narasi yang menyebut penumpang diminta turun karena bau badan tidak sesuai dengan fakta yang diterima perusahaan.
Menurut Ayu, penumpang tersebut diminta turun karena tercium aroma urine yang sangat kuat sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi penumpang lain di dalam bus.
"Bukan bau badan ya, aroma urine yang sangat kuat," kata Ayu, dikutip dari Kompas.com.
Meski memberikan penjelasan mengenai alasan petugas meminta penumpang turun, Transjakarta tetap menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat penanganan insiden tersebut.
"Menanggapi video yang beredar di media sosial, kami memohon maaf yang setulus-tulusnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan," ujar Ayu.
Pihak Transjakarta juga menyatakan akan terus melakukan evaluasi terhadap pelayanan agar setiap pelanggan tetap memperoleh pelayanan yang baik dengan mengedepankan sisi kemanusiaan.
Lansia Diduga Tunawisma
Dalam penjelasan lanjutan yang disampaikan melalui media sosial resminya, Transjakarta mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diperoleh, pria lanjut usia tersebut diduga merupakan seorang tunawisma.
Atas kondisi tersebut, Transjakarta tidak hanya menangani insiden di dalam bus, tetapi juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial agar penumpang tersebut mendapatkan penanganan yang sesuai.
"Dari informasi yang kami dapatkan, pelanggan tersebut adalah tunawisma. Sebagai bentuk kepedulian, kami juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial tentang keberadaan pelanggan agar mendapatkan penanganan dan bantuan yang tepat," tulis pihak Transjakarta.
Koordinasi tersebut dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut setelah video viral memicu perhatian publik.
Jadi Perbincangan Warganet
Sementara itu, video yang memperlihatkan momen seorang lansia diminta turun dari bus masih menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial.
Sebagian warganet menilai petugas seharusnya dapat menangani situasi dengan pendekatan yang lebih humanis, mengingat penumpang tersebut merupakan seorang lansia.
Di sisi lain, setelah penjelasan resmi disampaikan Transjakarta, muncul pula tanggapan yang meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab insiden hanya berdasarkan potongan video yang beredar.
Peristiwa tersebut pun menjadi sorotan publik sekaligus memunculkan diskusi mengenai pentingnya pelayanan transportasi umum yang tetap mengedepankan kenyamanan seluruh penumpang, namun tetap memperhatikan aspek kemanusiaan bagi kelompok rentan.
Sumber: TribunJakarta