PROHABA.CO, PIDIE JAYA – Musibah kebakaran hebat melanda Dayah Rauzatul Jannah di Gampong Blang Kuta, Kecamatan Bandar Dua (Ulee Gle), Kabupaten Pidie Jaya, pada Selasa (4/8/2026) siang sekitar pukul 11.15 WIB.
Peristiwa kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 20 bilik atau tempat tidur santri, dan tiga unit sepeda motor, serta rumah pimpinan dayah.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden di siang bolong tersebut, peristiwa ini menyisakan duka mendalam dan kisah pilu, terutama bagi seorang guru ngaji yang mengabdi di pesantren tersebut.
Selain meluluhlantakkan bangunan dan aset penting milik dayah, kobaran api menghanguskan uang celengan sebesar Rp 20 juta milik seorang ustaz pesantren setempat.
Yang membuat dada sesak, uang yang telah dikumpulkan dengan susah payah tersebut rencananya akan digunakan sebagai modal untuk melangsungkan pernikahannya dalam waktu dekat.
"Sangat menyedihkan, uang celengan yang ditabung oleh guru ngaji itu sebenarnya dipersiapkan untuk biaya nikah.
Namun naas, seluruh uangnya ikut terbakar dan berubah menjadi debu," ungkap Keuchik Gampong Blang Kuta, Gurnadi dikutip Serambinews.com, Selasa malam.
Baca juga: Kebakaran Hanguskan Rumah Kosong di Seulimeum Aceh Besar, Tidak Ada Korban Jiwa
Detik-Detik Kemunculan Api dan Aksi Penyelamatan
Menurut keterangan Gurnadi, kebakaran di kompleks pesantren yang berjarak sekitar 5 kilometer dari pasar tradisional Ulee Gle ini diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik dari salah satu bilik di lantai dua.
Saat percikan dan lidah api pertama kali muncul, seorang guru ngaji yang sedang beraktivitas di lingkungan dayah beruntung melihatnya.
Tanpa berpikir panjang, ia langsung berlari menyusuri deretan bilik kayu sambil memukul dinding untuk membangunkan serta memanggil para santri yang ada di dalam.
Namun, lantaran tiupan angin cukup kencang dan mayoritas konstruksi bangunan terbuat dari kayu, api membesar dalam hitungan detik.
Sebanyak 20 bilik santri putra dan putri hangus terbakar tanpa sempat diselamatkan.
Selain bilik santri, api juga melahap habis rumah permanen milik pimpinan dayah.
Sang pimpinan beserta keluarga tidak berhasil menyelamatkan harta benda mereka, kecuali pakaian yang melekat di badan.
Tak berhenti di situ, uang hasil sumbangan masyarakat untuk pengembangan dayah senilai Rp 8 juta juga ikut hangus dilalap si jago merah.
Berbagai barang berharga lainnya milik santri seperti kitab-kitab pengajian, pakaian, tempat tidur, hingga tiga unit sepeda motor ikut musnah terbakar tidak bisa dikelurkan karena dalam posisi terkunci stang.
Hanya satu unit sepeda motor yang berhasil diselamatkan warga karena tidak dalam kondisi terkunci.
Baca juga: BMKG Peringatkan Hujan Petir di Aceh Singkil, Gelombang Laut Capai 2,8 Meter
Upaya Pemadaman dan Pengajian Pindah ke Tenda
Proses pemadaman melibatkan tiga armada pemadam kebakaran (Damkar) yang dikerahkan dari pos Kesiapsiagaan Kecamatan Meureudu.
Petugas damkar bersama warga sekitar berjibaku memadamkan kobaran api hingga situasi berhasil dikendalikan total sekitar satu jam kemudian.
Dayah Rauzatul Jannah sendiri telah berdiri dan aktif membina generasi muda selama kurang lebih tujuh tahun.
Saat ini, dayah tersebut menampung sekitar 109 santri putra dan putri yang berasal dari berbagai daerah, seperti masyarakat lokal Pidie Jaya, Kota Sabang, hingga Kabupaten Aceh Timur.
Pasca-insiden tragis ini, para santri untuk sementara waktu dipindahkan dan menginap di komplek bilik tersisa yang lokasinya terpisah dari titik kebakaran,' ungkap Keuchik Gampong Blang Kuta, Gurnadi.
Sementara untuk menjaga keberlangsungan aktivitas belajar-mengajar dan mengaji, pihak desa bersama warga bergotong royong mendirikan tenda darurat di lokasi kejadian.
(Serambinews.com/Muhammad Nazar)
Baca juga: Kebakaran Hanguskan Rumah Kayu di Lampreh Aceh Besar, Dua Petugas BPBD Luka Ringan
Baca juga: Angin Kencang Terjang Aceh Besar, Atap Rumah Warga di Indrapuri Terbang Sejauh 10 Meter
Baca juga: Dugaan Pemotongan Bantuan Modal Usaha di Aceh Timur Berakhir, Rp4,5 Juta Dikembalikan ke Penerima