Kisah Saleh Pengawal Kuda Gigit Celana Demi Selamatkan Korban KMP Mutiara Sentosa 2, Terjang Ombak
Arie Noer Rachmawati August 05, 2026 11:14 AM

 

TRIBUNJATIM.COM - Asap hitam mengepul, kobaran api terus membesar, sementara penumpang berhamburan mencari jalan menyelamatkan diri.

Di tengah kepanikan kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya–Makassar pada Minggu (2/8/2026), Muhammad Saleh justru mengambil keputusan yang tidak semua orang sanggup lakukan yakni menyelamatkan orang lain lebih dulu.

Saleh bukan awak kapal.

Ia hanya ikut dalam perjalanan sebagai pengawal 17 ekor kuda yang akan dikirim ke Makassar.

Tugasnya sederhana, memberi makan ternak selama pelayaran.

Namun, musibah mengubah semuanya dalam hitungan menit.

"Saya waktu itu lagi potong-potong rumput buat makanan kuda. Tiba-tiba ada yang teriak kapal kebakaran," kenangnya dalam tayangan 'SAKSI KATA Pahlawan Sejati di Laut, Saleh Gigit Celana Demi Selamatkan Korban KMP Mutiara Sentosa II' yang tayang di kanal YouTube TribunJatim.com pada Selasa (6/8/2026).

Kepulan asap langsung memenuhi bagian kapal.

Jalur menuju dek atas nyaris tak terlihat.

"Saya mau lari sudah enggak bisa karena asap hitam. Akhirnya saya lewat jendela untuk ambil napas, baru bisa naik ke atas," ujarnya.

Baca juga: Koki Katering KMP Mutiara Sentosa 2 Masih Belum Ditemukan, Kerabatnya sempat Lihat di Video TikTok

Terjun ke Laut Tanpa Ragu

Sesampainya di dek, Saleh sempat kesulitan mencari pelampung.

Ia hanya menemukan sebuah jeriken berwarna biru yang kemudian dibawanya sebagai alat bantu mengapung.

Tak lama kemudian seseorang memberinya pelampung.

Situasi semakin mencekam.

Penumpang mulai melompat ke laut untuk menghindari kobaran api.

"Saya bilang sama teman, 'Kalau memang bisa berenang, lompat duluan.' Tapi akhirnya saya malah didorong orang dan jatuh ke laut," katanya.

Air laut yang bergelombang bukan akhir dari perjuangannya.

Di tengah ombak, Saleh melihat beberapa orang yang kesulitan bertahan.

"Saya lihat ada tiga orang yang tidak bisa berenang. Mereka teriak minta tolong," kata Saleh.

Salah satunya adalah seorang pria yang ditemani anaknya.

Baca juga: Awal Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Versi Perusahaan Terungkap, Api Muncul dari Buritan Kapal

Menggigit Celana agar Bisa Menolong

Ketika mencoba menyelamatkan korban, Saleh menghadapi tantangan lain.

Pria yang ditolongnya spontan memegang pundaknya erat-erat.

Bagi perenang, kondisi itu sangat berbahaya karena bisa membuat keduanya tenggelam.

"Saya bilang, 'Pak, jangan pegang pundak saya, nanti kita sama-sama tenggelam," ungkap Saleh.

Saleh lalu meminta korban memegang bajunya.

Namun sebelum itu, ia harus melepaskan celana yang sebelumnya diikatkan di leher agar tidak hanyut.

Celana tersebut kemudian digigitnya sepanjang berenang.

"Saya bilang, 'Pak, tunggu dulu. Saya buka dulu celana yang saya ikat di leher. Saya gigit dulu celana ini, nanti Bapak pegang baju saya saja'," cerita Saleh.

Perjalanan menuju kapal penyelamat bukan perkara mudah.

Ombak membuat tubuh mereka terus terombang-ambing.

"Kalau ombak datang, kita maju mundur terus. Saya sambil gigit celana, air laut terus masuk ke mulut," ucapnya mengenang momen menegangkan itu.

Meski kelelahan, Saleh akhirnya berhasil membawa korban hingga ke kapal penyelamat.

"Sampai di kapal saya bilang, 'Alhamdulillah.' Orang yang saya tolong langsung naik, lalu muntah-muntah karena kelelahan," kata Saleh.

Baca juga: Keberadaan KMP Mutiara Sentosa 2 Tidak Terlihat di Permukaan Laut, Sudah Dicari Pakai Helikopter

Melupakan 17 Ekor Kuda

Di tengah perjuangan menyelamatkan diri, Saleh mengaku sama sekali tidak lagi memikirkan ternak yang menjadi tanggung jawabnya.

Padahal, sebanyak 17 ekor kuda itu merupakan muatan yang ia kawal sejak berangkat dari Surabaya.

"Itu kuda saya enggak pikirkan lagi. Yang saya pikirkan cuma mudah-mudahan saya selamat," ungkapnya.

Saleh mengatakan seluruh perjalanan itu awalnya hanya rutinitas biasa.

Kuda-kuda tersebut dijadwalkan dikirim menuju Makassar setelah melalui proses karantina.

Namun, takdir berkata lain.

Masih Menunggu Kabar Rekannya

Meski berhasil selamat dan dipuji sebagai sosok pemberani, hati Muhammad Saleh belum sepenuhnya tenang.

Pikirannya masih tertuju kepada seorang sopir yang berangkat bersamanya dari Surabaya.

Orang itulah yang sempat menyuruhnya segera melompat ke laut saat api mulai membesar.

Hingga kini, Saleh mengaku belum mengetahui nasib rekannya tersebut.

"Saya masih menunggu kabarnya. Mudah-mudahan dia selamat," katanya lirih.

Di balik kisah dramatis kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2, keberanian Muhammad Saleh menjadi pengingat bahwa dalam situasi paling genting sekalipun, masih ada orang yang memilih mempertaruhkan keselamatannya demi menyelamatkan nyawa orang lain.

Bahkan, ketika harus berenang melawan ombak sambil menggigit celana agar kedua tangannya tetap bebas menolong sesama.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Tribunjatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.