Grid.ID – Bagi banyak orang, memulai hari dengan secangkir kopi adalah sebuah kenikmatan. Namun, bagi aktris Jennifer Coppen, minuman berkafein tersebut sempat menjadi ‘musuh’ yang paling ia hindari.
Siapa sangka, istri Justin Hubner ini punya perjuangan panjang melawan gangguan kesehatan mental yang membuatnya tak bisa mengonsumsi kopi.
Baru-baru ini, melalui unggahan di Instagram Story-nya, ibu satu anak ini secara terbuka membagikan kisah perjuangannya menghadapi health anxiety (gangguan kecemasan terkait kondisi kesehatan) yang sempat melumpuhkan aktivitasnya.
Efek Kafein yang Menjadi Pemicu Trauma
Jennifer mengaku bahwa dirinya sebenarnya adalah seorang pencinta kafein. Namun, kondisi mentalnya saat itu membuat hubungan Jennifer dan kopi menjadi retak.
Efek samping alami kopi, yakni jantung yang berdebar, justru disalahartikan oleh pikirannya sebagai ancaman kesehatan yang serius.
"Sebenarnya aku bukan mutusin untuk stop minum kopi karena aku mau stop, like, aku suka banget minum kafein. And I used to love it so much," ungkap Jennifer seperti dikutip dari Instagram @jenifferhubner, Rabu (5/8/2026).
Sayangnya, detak jantung yang lebih kencang setelah minum kopi menjadi pemicu utama serangan kecemasannya.
"Aku sempat berurusan dengan health anxiety yang parah banget. Kalau health anxiety itu kan kadang suka merasa jantung deg-degan dan segala macam," terang ibunda Kamari.
"Dan tentunya kopi itu sangat tidak membantu karena bikin jantung makin berdebar, jadi dia malah nge-trigger anxiety aku, malah jadi tambah parah," tambahnya.
Ketakutan yang Meluas ke Hal Lain
Ternyata, rasa cemas tersebut tidak hanya berhenti pada kopi. Jennifer mengenang masa-masa sulit di mana dunianya terasa ‘menyempit’ karena rasa takut yang berlebihan terhadap segala hal. Bahkan, hobi yang sangat ia gemari seperti berenang di laut pun sempat ia jauhi.
"Pikiranku tuh kayak takut akan segala hal, kayak takut minum kopi, takut berenang di laut, takut banyak hal deh," kenangnya.
Proses Healing Selama Dua Tahun
Kesembuhan Jennifer tidak datang dalam semalam. Bintang film Generasi 90an: Melankolia ini menekankan pentingnya bantuan profesional untuk keluar dari gangguan kecemasan tersebut. Ia mengaku telah menjalani proses pemulihan selama dua tahun, termasuk rutin menjalani terapi dengan psikolog.
"Setelah aku sudah sekarang dua tahun proses healing, terapi, ketemu psikolog dan lain-lain, dan slowly menemukan diri aku kembali, akhirnya aku bisa melakukan hal-hal yang aku sukai lagi," tuturnya lega.
Kini, Jennifer Coppen sudah bisa kembali menikmati aroma dan rasa kopi yang dulu sempat ia takuti. Cerita Jennifer ini menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa gangguan kecemasan adalah kondisi nyata yang memerlukan penanganan tepat, dan bahwa ada harapan untuk kembali menikmati hal-hal kecil tanpa rasa takut.