Heboh Ratusan Koordinat Kopdes Merah Putih Terdeteksi di Atas Laut, Pemprov Kalsel Bongkar Penyebab
jonisetiawan August 05, 2026 11:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Keberadaan ratusan titik koordinat Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kalimantan Selatan yang sempat terdeteksi berada di atas laut memicu perhatian publik.

Bahkan, sejumlah titik lainnya disebut muncul di kawasan pegunungan, saling berhimpitan, hingga berada di area pemakaman.

Temuan tersebut memunculkan berbagai pertanyaan mengenai akurasi data pembangunan Kopdes Merah Putih yang tengah dijalankan pemerintah.

Namun, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memastikan kondisi tersebut bukan disebabkan kesalahan pembangunan di lapangan, melainkan murni akibat kekeliruan dalam proses pemetaan digital.

Baca juga: Zulhas Pasang Badan Kopdes Merah Putih Dibangun di Gunung: Bukan Masalah, Yang Penting Manfaat

Diskop UKM Akui Terjadi Kekeliruan Koordinat

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kalimantan Selatan, Rahmadin, mengakui adanya kesalahan penempatan koordinat pada data Kopdes Merah Putih.

Menurutnya, persoalan muncul ketika dilakukan proses overlay, yakni teknik menggabungkan atau menumpuk data spasial pada peta digital yang menggunakan koordinat lintang dan bujur sebagai acuan.

Akibat proses tersebut, sejumlah titik mengalami pergeseran sehingga terlihat berada di lokasi yang tidak semestinya.

"Kami sudah melaporkan ke Asdev Digitalisasi koperasi dan disesuaikan kembali. Jadi ada pergeseran titik pada saat overlay," ujar Rahmadin, dikutip Senin (3/8/2026).

Sudah Dilaporkan ke Kementerian Koperasi

Rahmadin menjelaskan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan Asisten Deputi Digitalisasi Kementerian Koperasi setelah mengetahui adanya kekeliruan tersebut.

Langkah itu dilakukan agar seluruh koordinat yang bergeser dapat segera diperbaiki sehingga kembali sesuai dengan lokasi pembangunan sebenarnya.

Ia menegaskan, kesalahan koordinat tersebut hanya terjadi pada tampilan data digital dan tidak memengaruhi proses pembangunan koperasi di lapangan.

KOPDES MERAH PUTIH -
KOPDES MERAH PUTIH - Ratusan titik koordinat Kopdes Merah Putih di Kalimantan Selatan menjadi sorotan karena terdeteksi berada di atas laut, pegunungan, saling berhimpitan, hingga di area pemakaman berdasarkan peta digital. (KOMPAS.COM/Kafi)

Pembangunan Tetap Berjalan Sesuai Target

Meski sempat menjadi sorotan publik, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memastikan pembangunan Kopdes Merah Putih tetap berjalan sesuai rencana.

Pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 512 Kopdes Merah Putih di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.

Hingga saat ini, sebanyak 208 koperasi telah selesai dibangun sepenuhnya, sementara 304 koperasi lainnya masih berada dalam tahap penyelesaian.

"Yang terbangun 100 persen sebanyak 208 koperasi dan yang masih berprogres sebanyak 304 jadi total 512 dibangun," ujar Rahmadin.

Baca juga: Mensos Gus Ipul Sebut Pencairan Bansos Lewat Kopdes Merah Putih Dimulai Agustus 2026, Cek Skemanya

Belum Seluruhnya Beroperasi

Walaupun ratusan bangunan koperasi telah selesai dibangun, Rahmadin menegaskan seluruh Kopdes Merah Putih di Kalimantan Selatan masih belum beroperasi secara penuh.

Ia menyebut Kabupaten Tapin menjadi daerah dengan jumlah Kopdes Merah Putih terbanyak.

Selain Tapin, beberapa daerah lain juga memiliki jumlah koperasi yang cukup besar, antara lain:

  • Kabupaten Tapin: 36 koperasi.
  • Kabupaten Tabalong: 35 koperasi.
  • Kabupaten Banjar: 24 koperasi.
  • Kabupaten Tanah Bumbu: 23 koperasi.

Sementara kabupaten lainnya memiliki jumlah pembangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

"Secara formal belum beroperasi. Yang paling banyak di Tapin 36, Tabalong 35, Tanah Bumbu 23 dan Banjar 24. Sisanya di kabupaten lain," imbuhnya.

Zulhas: Lokasi Bukan Persoalan Utama

Sorotan mengenai keberadaan koperasi yang disebut berada di pegunungan maupun lokasi yang saling berdekatan turut mendapat tanggapan dari Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

Saat berada di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan di Makassar, Selasa (4/8/2026), Zulhas menilai perdebatan mengenai posisi bangunan bukanlah hal yang paling penting.

Menurutnya, yang jauh lebih utama adalah bagaimana koperasi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

"Ada bilang kok ini di gunung, di desa sebelah-sebelahan. Koperasi lahir itu intinya untuk pemberdayaan masyarakat desa," ujar Zulhas.

Baca juga: Kopdes Merah Putih Kena Teror? Polisi Selidiki Dugaan Peracunan 5.000 Lele Milik KDMP Boyolali

Fokus Memperkuat Ekonomi Desa

Zulhas menegaskan bahwa pembentukan Kopdes Merah Putih bertujuan memperkuat ekonomi masyarakat desa melalui kelembagaan koperasi.

Pemerintah ingin setiap desa memiliki akses yang lebih luas terhadap pembiayaan, pusat produksi, hingga berbagai program pembangunan.

"Agar desa punya akses terhadap modal, terhadap pusat produksi, desa punya akses terhadap pemerintahan," jelas Zulhas.

"Sebaliknya pemerintah punya infrastruktur untuk melaksanakan kebijakan," lanjutnya.

Koperasi Milik Desa, Bukan Milik Individu

Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga menegaskan bahwa seluruh Kopdes Merah Putih merupakan milik desa, bukan milik perseorangan maupun kelompok tertentu.

Menurutnya, koperasi dibentuk menggunakan sumber daya desa sehingga seluruh manfaatnya juga harus kembali kepada masyarakat desa.

"Koperasi desa miliknya desa, bukan milik siapa-siapa karena uangnya desa, kopdes itu milik desa," tegas Zulhas.

Ia menambahkan, pembangunan fisik Kopdes Merah Putih dilakukan melalui Agrinas dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal sebagai bagian dari upaya mempercepat penguatan ekonomi pedesaan di seluruh Indonesia.

***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.